FKDM Jadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas Daerah
Kutai Timur – Ketenteraman dan keamanan daerah tak mungkin tercapai tanpa peran aktif masyarakat di lapangan.
Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) hadir sebagai ujung tombak pemerintah dalam mendeteksi potensi ancaman dan menjaga keutuhan wilayah Kutai Timur.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Sudirman Latif, menegaskan bahwa keberadaan FKDM sangat strategis dalam sistem keamanan daerah.
Forum ini berperan sebagai mata dan telinga pemerintah untuk mengidentifikasi potensi gangguan yang bisa memicu konflik sosial atau mengancam stabilitas daerah.
“FKDM memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah,” ujarnya di Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, fungsi FKDM tidak hanya sebatas pelaporan, tetapi juga memastikan adanya sinergi antara unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Melalui jejaring di tingkat kecamatan dan desa, FKDM dapat menjadi jembatan komunikasi untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
“FKDM menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mendeteksi potensi ancaman, hambatan, dan tantangan terhadap ketenteraman masyarakat,” jelasnya.
Sudirman berharap agar pembekalan bagi anggota FKDM kecamatan mampu meningkatkan kemampuan analisis situasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Dengan begitu, setiap indikasi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan nyata di masyarakat.
“Melalui kegiatan pembekalan ini, kita ingin FKDM memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat Kutai Timur.
Kolaborasi antara FKDM dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan kondisi wilayah yang aman, damai, dan kondusif.
“Kewaspadaan dini harus jadi budaya bersama agar Kutai Timur tetap stabil dan harmonis,” pungkas Sudirman. (SH/ADV)
![]()










