Pakai Baju Adat Sulawesi, Gebyar Hari Anak Samarinda Kenalkan Kekayaan Tradisi Nusantara
Portalkaltim.com, Samarinda – Kompak memakai pakaian adat Sulawesi, Baju Bodo, berwarna-warni, anak-anak dari berbagai usia dan PAUD berkumpul membanjiri Lapangan Gor Segiri Samarinda pada Rabu (17/9/2025) pagi.
Mulai dari bernyanyi, menari, bersholawat, fashion show, membaca puisi, hingga melakoni drama, anak-anak pra sekolah ini tampak riang gembira dan bersemangat.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Gebyar Hari Anak Nasional Kota Samarinda Tahun 2025 bertajuk “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.”
Bunda PAUD Kota Samarinda Rinda Wahyuni Andi Harun menyampaikan bahwa kegiatan ini sejatinya merupakan agenda rutin setiap Hari Anak Nasional.

Namun karena bertepatan dengan padatnya persiapan sekolah TK dan PAUD pada Juli lalu, pelaksanaan baru digelar pada September.
“Anak-anak kita merupakan aset yang berharga untuk kota Samarinda.,” ujar Rinda.
Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan ruang ekspresi bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kreativitas.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sejalan dengan cita-cita bangsa dalam mempersiapkan generasi cerdas dan berdaya saing.
Dalam kesempatan itu, Rinda juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Samarinda agar dapat bersinergi untuk melahirkan generasi berkualitas.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para tenaga pendidik, pengelola lembaga PAUD, serta orang tua yang terus mendampingi anak dengan kasih sayang.
“Semoga semua dedikasi ini bisa menjadi amal untuk menciptakan Indonesia dengan baik,” ucapnya.
Ia berharap dukungan tersebut menjadi landasan kuat bagi tumbuh kembang anak di Samarinda, sekaligus membentuk fondasi bangsa yang siap menghadapi tantangan ke depan.
Acara Gebyar Hari Anak Nasional tahun ini semakin semarak dengan tema khusus pakaian adat Sulawesi. Sebelumnya, pada peringatan tahun lalu, panitia mengenakan pakaian adat Dayak.
Pergantian tema pakaian adat tersebut, kata Rinda, dimaksudkan agar anak-anak mengenal lebih dekat kekayaan tradisi dan budaya nusantara sejak dini.
Penyelenggaraan kali ini terbilang luar biasa. Data panitia mencatat, sedikitnya 3.000 anak hadir bersama 500 tenaga pengajar serta 500 pengelola TK se-Kota Samarinda.
Total lebih dari 4.000 orang turut serta dalam perayaan yang berlangsung dengan penuh keceriaan.
Rinda menutup sambutannya dengan mengajak semua pihak bersama-sama mewujudkan Generasi Emas 2045.
Ia berharap momentum ini menjadi pengingat bahwa anak-anak adalah pilar masa depan bangsa yang harus terus dibimbing dan difasilitasi dengan baik. (SH)
![]()







