Samarinda AI: Wujud Efisiensi, Transparansi dan Akuntabilitas Pelayanan Publik
Portalkaltim.com, Samarinda – Kemajuan teknologi di dunia terus berkembang. Salah satu teknologi palong revolusioner adalah hadirnya Artificial Intelligence (AI). Dampak penggunaan AI begitu terasa hingga hari ini, termasuk di Indonesia. Kecanggihannya mampu mempermudah berbagai kegiatan.
Masyarakat juga sudah mengenal dan mulai menerapkannya di kegiatan sehari-hari. Melihat pentingnya peran AI, utamanya dalam pelayanan publik, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda turut mengadaptasi.
Melalui pelatihan Government Transforming Academy (GTA) Kota Samarinda Tahun 2025, pemkot bekerja sama dengan Kementerian Kominfo, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin meluncurkan Samarinda AI.
Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin Syarifuddin menyebutkan bahwa pelatihan ini bertujuan memanfaatkan AI di pemerintahan, demi meningkatkan kompetensi setiap ASN Kota Samarinda dalam memanfaatkan AI.
Hal itu dimaksudkan juga guna mendukung tugas dan kebutuhan pekerjaan sehari-hari demi tercapai tujuan organisasi. Dengan pelatihan ini peserta pelatihan akan memperoleh wawasan terkait konsep AI, apa itu AI, bagaimana cara kerjanya dan lingkupnya.
“Dan penerapan AI pada proses bekerja birokrasi baik itu otomatisasi dokumen, analitik sederhana dan layanan publik basis AI dan etika penggunaan AI,” ujarnya di Crystal II Hotel Mercure Samarinda, Senin (15/9/2025).
Selain itu dirinya menerangkan, sejak 2021-2025, pihaknya telah melatih kurang lebih 2900 masyarakat Kota Samarinda. Bahkan di tahun ini BPSDMP Kominfo Banjarmasin telah berkolaborasi melatih 660 ASN Kota Samarinda dalam pemanfaatan AI di pemerintahan.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut bahwa teknologi digital digital bukan lagi hanya sekedar alat bantu, melainkan juga instrumen strategis dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Oleh karenanya, Pemkot Samarinda menempatkan AI sebagai salah satu terobosan besar yang diharapkan menghadirkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik.
“Kita tidak bisa menghindar dari AI. Kalau kita ingin terus survive, kita terus ingin bermanfaat kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat dalam rangka, maka melaksanakan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik kita harus beradaptasi,” katanya.
Orang nomor satu di Kota Peradaban itu menyebut tengah mempersiapkan Samarinda sebagai pusat keunggulan, pusat pelatihan dan pengembangan untuk tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik berbasis digital, dan AI serta berbasis big data.
Dengan bangga, Andi Harun mengungkapkan Samarinda AI adalah yang pertama di Indonesia. Penerapan ini diharap dapat menjadi inspirasi bagi jalannya tata kelola pemerintahan di daerah lainnya.
Terkait maraknya orang mengeluhkan hadirnya AI yang takut tergantikan, Andi Harun menyakinkan jika AI hadir untuk manusia dengan segudang manfaat yang bisa mempermudah aktivitas dan bukannya menghambat. Itulah pentingnya sebuah adaptasi.
“AI hadir untuk manusia bukan manusia hadir untuk AI,” tegasnya singkat.
Ia mengatakan Samarinda tak lagi bicara tentang smart city, tetapi juga berkomitmen mempersembahkan penerapan AI sebagai power city yang humanis, beretika dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Proses penyempurnaan akan terus berlanjut. Ia memastikan dalam kurun waktu satu tahun ini, penggunaan Samarinda AI bisa lebih optimal lagi.
“Kita ajak semua, ayo benar-benar menghayati dengan baik dan mempelajari dengan sungguh-sungguh, bertekad serius dan konsisten dengan tata kelola, serta ikhtiar memberi manfaat dari pelayanan dan tata kelola di masyarakat,” pungkasnya. (SH)
![]()







