DPMPTSP Kutim Gelar IPRO, Siapkan Brand Lokal Kakao dan Karet

Kepala DPMPTSP Kutim Darsafani

Portalkaltim.com, Samarinda — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mulai memfokuskan langkah investasi pada dua komoditas unggulan lokal yang dimiliki, yakni kakao dan karet.

Fokus tersebut dibahas dalam laporan pendahuluan kajian studi kelayakan dan prospektus investasi (IPRO) yang digelar bersama tim konsultan PT Sucofindo di Hotel Grand Sawit Samarinda, Senin (15/9/2025) .

Kepala DPMPTSP Kutim Darsafani menyampaikan bahwa alasan dari pemilihan dua komoditas ini karena potensi besar yang dimiliki, namun selama ini belum digarap dengan maksimal.

“Banyak petani kakao dan karet di Kutim yang tidak terakomodir dan kurang mendapat perhatian. Padahal komoditas ini bisa jadi unggulan, sama seperti sawit,” ujar Darsafani saat diwawancarai seusai acara.

Darsafani menilai bahwa IPRO yang dilakukan ini bukan hanya studi di atas kertas. Melainkan pemerintah (Pemkab Kutim) ingin menjadikannya dasar untuk menarik para investor sekaligus memastikan regulasi, agar lahan perkebunan tidak berubah fungsi.

“Dukungan nyata yang dibutuhkan petani mulai dari pupuk, penyuluhan, sampai akses pasar. Dan itu menjadi perhatian kami,” sambungnya

Ia menegaskan bahwa Pemkab Kutim berkomitmen dalam menghadirkan brand asli untuk kakao dan karet Kutim, sehingga bisa menjadi identitas daerah, bukan sekedar dijual mentah lalu diolah di tempat lain.

“Kita harus punya brand sendiri. Jangan sampai kakao atau karet Kutim justru diakui daerah lain. Itu yang ingin kita cegah,” tegasnya.

Meski sudah ada ketertarikan investor dari forum business matching dan pameran, dirinya mengakui pihaknya masih menyeleksi mana yang benar-benar serius dalam berinvestasi.

“Kalau mereka datang langsung ke Kutim, artinya ada keseriusan. Kita cari investor seperti itu, yang betul-betul mau menanamkan modal dan membangun pabrik di sini,” pungkasnya. (TS)

Loading