Sinergi Digital dan Literasi Keuangan Jadi Fokus BI Kaltim di Digifest 2025

Infinity Goes To Campus in Conjunction With Kaltim Digifest 2025

Portalkaltim.com, Samarinda – Transformasi digital dan peningkatan literasi keuangan menjadi sorotan utama dalam acara Infinity Goes To Campus in Conjunction With Kaltim Digifest 2025 yang berlangsung pada Sabtu (30/8/2025).

Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, perbankan, fintech, asosiasi, akademisi, hingga mahasiswa.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (KPwBI Kaltim) Budi Widihartanto menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memperkuat ekosistem keuangan digital di Bumi Etam.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto.

“Kita melakukan kolaborasi, bersinergi yang erat untuk mendukung terlaksananya transformasi digital serta kekuatan industri dan literasi keuangan di bumi Etam yang sangat indah ini,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, hasil Survei Nasional Inklusi dan Literasi Keuangan (SNILK) yang dirilis OJK menunjukkan tingkat inklusi keuangan masyarakat Kaltim sudah sangat tinggi, yakni 93,20 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masih tertinggal di angka 57,14 persen.

“Artinya masih ada gap lebih dari 35 persen yang harus kita mitigasi dan kita kuatkan sehingga gap-nya semakin mengecil,” jelasnya.

Menurutnya, rendahnya literasi keuangan dapat berisiko menimbulkan kerugian akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan maupun fintech. Karena itu, generasi muda dinilai berperan penting sebagai agen perubahan.

“Rekan-rekan mahasiswa yang muda-muda dan canggih-canggih ini mudah-mudahan bisa menurunkan pengetahuan kepada keluarga dan lingkungannya,” tuturnya.

Budi juga menyoroti potensi demografi Kalimantan Timur, di mana generasi muda mencakup 26 persen dari total penduduk, atau sekitar 1,1 juta jiwa.

Jumlah tersebut dianggap sebagai modal besar untuk mengakselerasi adopsi teknologi finansial di daerah.

Acara talk show yang turut menghadirkan asosiasi fintech bersama Kementerian Industri dan Saintek, serta pelaku industri seperti Amartha, Indodax, dan Dana, diharapkan mampu memperkuat edukasi publik terkait layanan keuangan digital.

Dengan kolaborasi multipihak ini, BI Kaltim optimistis kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan di Kaltim dapat terus dipersempit, sekaligus memperkuat daya saing daerah menghadapi era ekonomi digital. (SH)

Loading