Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra, Bahlil: Saya Tidak Tahu Ada Demontrasi

Penerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Bahlil Lahadalia

Portalkaltim.com, Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tidak mengetahui adanya aksi demonstrasi yang digelar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Senayan Jakarta, Senin (25/8/2025).

Demontrasi tersebut terjadi di hari yang sama pada saat dirinya mendapatkan tanda kehormatan bintang mahaputra yang langsung diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, atas kontribusinya di sektor energi nasional.

“Saya rapat seharian, jadi tidak mendapatkan informasi seharian,” ujar Bahlil usai menerima penghargaan.

Pemberian anugerah oleh Presiden Prabowo disebut sebagai apresiasi atas peran Bahlil dalam menjaga stabilitas energi nasional serta mendorong investasi di sektor strategis. Acara penganugerahan itu berlangsung pada hari yang sama ketika massa menggelar aksi protes di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Aksi demonstrasi tersebut menyoroti sejumlah isu kebijakan pemerintah, seperti pajak yang terus diberikan kepada masyarakat, terutama mereka yang berada di kelas menengah ke bawah. Penghasilan Tunjangan DPR RI yang dinilai terlalu tinggi ditengah pemangkasan anggaran.

Masyarakat pun bertanya-tanya, apakah mereka mengisi kursi jabatan tersebut demi masyarakat, atau malah kepentingan pribadi dan segelintir elit politik.

“Demontrasi tersebut dilakukan oleh masyarakat karena mereka mengeluhkan beberapa kebijakan, kok para pejabat yang seharusnya bekerja untuk masyarakat malah enggak tau, padahal informasi demo ini akan dilakukan sudah lama,” ucap salah satu pengguna akun media sosial (medsos) Instagram dengan nama @joday_s.

Tidak hanya kritik, sejumlah pengamat politik juga menilai bahwa momen ini menunjukkan sikap acuh oleh para elite politik terhadap masyarakat.

“Ketika rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, harga pangan meroket, dan lapangan kerja makin sempit, para politisi malah sibuk mencari pencitraan dan berebut posisi. Ini bukan sekadar ironi, tapi bukti nyata bahwa kepentingan rakyat kerap dikorbankan demi syahwat kekuasaan,” tegas Ketua Umum Ganjarist, Kris Tjantra dalam keterangnnya, dikutip dari Media Indonesia.

Sementara itu, Istana Negara menegaskan bahwa pemberian tanda kehormatan kepada Bahlil merupakan bagian dari agenda kenegaraan yang telah dijadwalkan jauh hari. Menurut Istana Negara, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan agar kementerian terkait terus meningkatkan kinerja di sektor yang mereka naungi.

Publik kini menantikan langkah pemerintah selanjutnya dalam menanggapi tuntutan demonstrasi tersebut. Apakah akan ada dialog terbuka dengan perwakilan masyarakat, atau sekadar pernyataan resmi tanpa tindak lanjut yang konkret. (TS)

Loading