Anak Kaltim Harus Jadi Generasi Emas Tanpa Luka
Portalkaltim.com, Samarinda – Keceriaan dan kehangatan terpancar dari anak-anak yang berkumpul di Gedung Olah Bebaya Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (30/7/2025).
Sambil mengibar-ngibarkan Bendera Merah Putih, anak-anak dari jenjang TK hingga SMA ini bergitu bersemangat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025.
Sebagaimana tajuk “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim (DPPPA) berharap generasi muda Kaltim bertumbuh menjadi anak yang hebat dan kuat demi menyongsong Indonesia Emas.
Keseruan acara dimulai dengan penampilan anak-anak yang membawakan tari-tarian daerah. Tingkah polos dan penuh jenaka, penampilan mereka mengundang decak gemas penonton.
Tak hanya itu, besarnya keingintahuan mereka pada teman-teman sebayanya, anak-anak dari TK yang berbeda saling berkenalan dan lari kocar-kacir menganggap bahwa acara ini adalah sebuah arena permainan yang besar. Pemandangan gemas ini mengundang tawa partisipan yang hadir.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyatakan kekagumannya atas semangat dan kreativitas anak-anak usia 4 hingga 5 tahun yang sudah mampu menampilkan seni drama dan budaya tradisional secara luar biasa.

“Inilah hasil pendidikan yang baik, kerja sama antara orang tua dan guru. Mereka masih sangat belia, tapi sudah menunjukkan potensi luar biasa,” ucap Seno Aji.
Namun di balik kegembiraan itu, Seno juga menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di media sosial. Ia menyoroti tindakan tidak layak yang dilakukan oleh orang tua, guru, bahkan keluarga angkat.
“Kita harap hal-hal semacam itu tidak terjadi di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Menurutnya, anak adalah kertas putih yang diwarnai oleh orang-orang dewasa di sekelilingnya. Ia berpesan kepada semua pihak, mulai dari orang tua, guru, kakak, hingga masyarakat umum, agar tidak menyakiti anak-anak, tidak membully, dan memberi yang terbaik bagi masa depan mereka.
HAN 2025 juga dijadikan momen refleksi untuk meningkatkan kepedulian terhadap hak-hak anak. Ada tiga hal utama yang ditekankan, yakni pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya perlindungan anak; kedua, mendorong kebijakan pemerintah yang lebih berpihak pada anak; dan ketiga, memberikan penghargaan pada anak-anak yang berprestasi agar mereka semakin termotivasi.
Seno Aji juga menyinggung kondisi anak-anak di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang belum mendapat akses pendidikan layak.
“Ada yang disuruh bekerja, ikut bertani, bahkan ikut melaut. Itu tanggung jawab kita semua,” ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Kaltim menghadirkan program beasiswa pendidikan hingga jenjang S3, memperluas jangkauan ke pelosok, serta menyediakan asuransi pendidikan.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah menjalankan putusan MK agar pendidikan dasar gratis hingga tingkat SMP. Ia berpesan agar anak-anak tidak ragu bermimpi setinggi langit.
“Jadilah anak yang kuat, cerdas, sehat, dan berakhlak mulia. Itulah harapan Kalimantan Timur,” tutupnya. (SH)
![]()







