Wisuda STAI Sangatta ke-15 Sebagai Harapan untuk Masa Depan Kutim
Portalkaltim.com, Kutai Timur — Suasana yang haru dan euphoria menyelimuti pelepasan 149 mahasiswa dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang telah resmi diwisuda di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG), Rabu (23/7/2025)
Ketua STAI Dr. Satriah M.Pd menyebut momen pada hari itu sebagai “hari bersejarah yang penuh syukur”. Ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjuangan panjang untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Ilmu yang tinggi harus disertai akhlak yang mulia. Jangan hanya bangga dengan ijazah, karena ijazah terbaik adalah pengakuan dari masyarakat,” tegas Satriah dalam sambutannya.
STAI Sangatta telah mencatatkan sejumlah prestasi pada tahun 2025, yakni pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Beberapa mahasiswa dan mahasiswinya berhasil memboyong berbagai gelar juara.
Diantaranya meraih juara 1 dalam cabang Tahfiz 5 Juz Tilawah Putri dan juara 1 untuk lomba karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
Diketahui STAI Sangatta sendiri memiliki 544 mahasiswa dan mahasiswi yang aktif dan terus memperkuat sumber daya manusia (SDM). Dari 43 dosen tetap, 10 di antaranya telah bergelar doktor dan 3 dalam tahap menyelesaikan studi S3. Tercatat, ada lima dosen lolos dalam program penelitian nasional tahun ini, sementara mayoritas lainnya aktif dalam kegiatan majelis taklim di masyarakat.
Dirinya juga menyampaikan bahwa proses akreditasi institusi dan tiga program studi sedang berlangsung, dan kampus mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab Kutim) dalam bentuk renovasi gedung serta perbaikan infrastruktur lingkungan kampus yang sudah mulai dalam tahap pengerjaan.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sudirman Latif M.Si Mewakili Wakil Bupati Kutim juga turut mengungkapkan rencana besar Pemkab Kutim untuk penggabungan dua perguruan tinggi, yakni STAI dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER). Proses koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek) telah dilakukan, termasuk studi tiru ke perguruan tinggi di Jawa dan Banjarmasin.
Sudirman menegaskan bahwa kompetensi sarjana sejati dibentuk dari tiga pilar utama, yaitu ilmu pengetahuan, keterampilan melalui pelatihan, dan karakter atau attitude.
Ia juga menekankan bahwa sarjana yang hanya berpuas diri dengan teori tanpa praktik dan etika akan sulit beradaptasi di dunia nyata.
“Kalau mau punya banyak penghasilan, jangan jadi pegawai negeri. Tapi kalau mau berkontribusi untuk bangsa, berinovasilah. Dirikan usaha, jadilah petani modern, atau apapun yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Sudirman dalam sambutannya.
Terakhir, dirinya mengingatkan bahwa Kutim juga sebagai salah satu daerah yang akan berkontribusi ke Ibu Kota Negara (IKN), harus siap mencetak SDM yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
“Jangan hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kita harus ambil bagian dalam pembangunan ini, bersinergi, dan jadilah sarjana yang benar-benar kompeten di bidangnya,” pungkasnya. (TS)
![]()










