Baliho Ajakan Investasi di Daerah Diperdebatkan, Warganet: Ada Yang Mau Invest?
Portalkaltim.com, Samarinda – Baliho adalah media promosi atau papan reklame yang berukuran besar dan ditempatkan di tempat-tempat umum untuk menarik perhatian masyarakat. Fungsinya untuk mengiklankan produk, jasa, atau menyampaikan informasi penting lainnya kepada publik.
Baliho sendiri sudah tak lagi asing bagi masyarakat karena hampir di tiap ruas jalan tertancap dan berisikan berbagai informasi. Salah satu yang sedang hangat dibahas di salah satu platform media sosial Threads, yakni baliho ajakan berinvestasi di daerah.
Tak ada yang salah dari informasi yang disampaikan. Tetapi, warganet dengan akun @satrioadiputranto menyoroti gambar yang terpampang pada baliho, yakni Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang. Foto yang nampak gagah tersebut mengundang banyak pertanyaan Satrio.

Dirinya mempertahankan bagaimana bisa seorang investor tertarik hanya dengan melihat baliho dengan isi ajakan berinvestasi, tapi foto yang digunakan hanya figur kepala daerah. Menurutnya hal ini tidaklah relevan sebagai sebuah ajakan.
“Emang ada ya orang yang ngeliat balihi ini terus langsung tertarik untuk investasi di wilayahnya?,” tulis Satrio.
Ia menyampaikan bahwa baliho ini terletak di Jalan Tol Bandara di Kalimantan Utara. Walau posisi baliho strategis, konten baliho yang hanya memampangkan wajah tokoh sebagai ajakan investasi diyakini keliru mendatangkan investor.
“Tapi kenapa foto dia yang terpampang secara nyata dan besar?” tanyanya.
Postingan ini ramai dikomentari warganet hingga 149 komentar. Warganet menyebut bahwa kejadian ini juga banyak terjadi di wilayah mereka. Kebanyakan baliho memajang foto tokoh daerah dan bukan isi yang sesuai dengan keseluruhan informasi.
“Banyak begini di Sukoharjo, Jateng (Jawa Tengah). Apapun konten dan konteksnya, harus ada foro pemimpin daerah. Vibesnya udah seperti Pilkada everyday,” tulis akun Threads @ranvytiani.
Serupa dengan komentar tadi, akun @ig_wan mengungkapkan bahwa dirinya yang pernah bettugas di Kalimantan, selalu menemui “template jamak”, yang isinya selalu foto kepala daerah dan sedikit informasi penting disisipkan.
“Template jamak. Saya pernah berdinas di Kalimantan. Dari pengamatan saya, hampir tidak ada kegiatan resmi yang tidak menampilkan nama, foto dan jabatan orang nomor 1 daerah itu,” ujarnya.
Bahkan warganet ada yang berkomentar bahwa para lembaga yang meminta pembuatan baliho itu sebagai orang yang mengidap Narcissistic personality disorder (NPD) atau narsis.
“Pemerintah dan instansi kita itu kebanyakan orang-orang NPD. Apa-apa harus ada foto petinggi terpampang jelas,” sebut @salehudinb.
Baliho sebagai penyampai informasi berbasis massal ini memang dituntut agar disukai mata yang melihatnya. Desain yang eye catching, informasi yang jelas, dan foto yang sesuai diperlukan untuk memperjelas informasi yang ingin disampaikan.
Diharapkan terdapat perbaikan yang lebih baik ke depannya terkait penggunaan baliho oleh pemerintah guna meraih tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, kritik masyarakat dapat digunakan sebagai saran membangun untuk daerah. (SH)
![]()







