Menteri Kebudayaan RI: Budaya Adalah Aset Nasional yang Harus Dilindungi
Portalkaltim.com, Samarinda – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Fadli Zon menyebut Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya yang layak dijadikan aset nasional.
Dalam kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Fadli menyampaikan bahwa daerah ini memiliki dua cagar budaya nasional yakni Istana Kutai Tenggarong di Kutai Kartanegara dan Lambung, Mancong di Kutai Barat.
“Kita berharap semakin banyak cagar budaya yang kita selamatkan. Ini aset nasional,” ujar Fadli, Jumat (30/5/2025).
Kaltim, tambahnya, juga memiliki 83 cagar budaya provinsi, termasuk Masjid Shirattal Mustaqiem Samarinda. Selain itu, beberapa Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional seperti Rumah Panjang dan Baju Kulit Kayu juga tercatat berasal dari wilayah ini.
Fadli menggarisbawahi bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, tetapi juga pondasi pembangunan nasional.
Menurutnya, hadirnya Kementerian Kebudayaan yang independen merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meletakkan kebudayaan sebagai fondasi dalam agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Konstitusi kita sudah memerintahkan negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 menjadi payung hukum penting dalam pemajuan budaya. Ada empat mandat yang harus diemban, yakni melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan nasional.
Saat ini, Kementerian Kebudayaan membawahi tiga Direktorat Jenderal. Pertama, Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi. Kedua, Dirjen Diplomasi Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan. Ketiga, Dirjen Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, yang mencakup bidang film, musik, budaya digital, hingga sarana dan manajemen talenta.
Fadli juga menyinggung pentingnya ekosistem perfilman sebagai media penyampai nilai budaya. Ia mengungkapkan, film animasi Indonesia berjudul Jumbo telah ditonton lebih dari 10 juta orang dalam dua bulan terakhir sebuah rekor di Asia Tenggara.
“Ini bukti film kita makin diminati, termasuk di luar negeri,” katanya.
Ia berharap Kalimantan Timur dapat menginisiasi festival film sendiri dan mendorong sineas muda menghasilkan karya budaya visual seperti film pendek, dokumenter, maupun fiksi panjang.
“Saya yakin mahasiswa UMKT punya talenta besar. Budaya bisa kita ekspresikan lewat film, musik, fashion, bahkan kuliner,” kata Fadli.
Ia juga mendorong agar museum di Indonesia tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga pusat literasi dan edukasi.
“Museum seharusnya menjadi etalase budaya bangsa,” pungkasnya. (TS)
![]()







