Fadli Zon Dorong Kalimantan Timur Bangun Ekosistem Budaya dan Perfilman Lokal
Portalkaltim.com, Samarinda – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menekankan pentingnya membangun ekosistem budaya yang kokoh di tengah arus globalisasi.
Dalam kuliah umum bertema “Menggali Kearifan Lokal: Perbandingan Hukum Adat dan Kearifan Lokal dalam Masyarakat Modern” di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Fadli menilai Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya yang sangat layak diangkat ke tingkat nasional bahkan global.
Masyarakat adat dan kearifan lokal di Kalimantan Timur, diungkapkan Fadli, mencerminkan harmoni dengan alam dan sistem sosial yang telah hidup berabad-abad
Ia mencontohkan nilai budaya yang tumbuh di wilayah bekas kerajaan, seperti Pasar dan Kulai, hingga komunitas Dayak dan Ranau Mulu.
Menurutnya, ritual dan upacara adat di wilayah ini adalah warisan penting yang perlu didokumentasikan, dihidupkan, dan dikelola secara sistematis agar menjadi bagian dari ekosistem budaya nasional.
Menghadapi tantangan globalisasi, Fadli mengingatkan pentingnya membangun “soft power” Indonesia seperti yang dilakukan negara lain.
“Amerika punya Hollywood, Korea punya Korean Wave, India punya Bollywood. Indonesia juga harus punya gelombang budaya sendiri,” ujarnya.
Fadli juga menyoroti potensi besar Kalimantan Timur dalam industri film. Ia baru saja menghadiri Festival Film Cannes di Prancis dan melihat antusiasme global terhadap film Indonesia. Ia pun mendorong agar Kaltim menggelar festival film sendiri untuk membuka ruang bagi sineas lokal.
“Kita bisa mulai dari film pendek, dokumenter, bahkan film panjang. Saya yakin mahasiswa di sini punya bakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya museum sebagai pusat ekspresi budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan artefak.
“Museum harus menjadi pusat literasi dan edukasi, bahkan bisa lebih spesifik seperti museum Dayak atau museum pasar,” kata Fadli.
Ia juga mengungkapkan keberhasilan film animasi Indonesia berjudul “Jumbo” yang telah ditonton 10 juta orang hanya dalam dua bulan.
“Ini rekor tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara,” pungkasnya. (SH)
![]()







