Fadli Zon Sebut Kutai Martadipura Bukti Awal Peradaban Tertua di Nusantara
Teks foto: Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama akademisi UMKT Samarinda
Teks foto: Kuliah Umum “Menggali Kearifan Lokal” oleh Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT)
Portalkaltim.com, Samarinda – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menyatakan bahwa Indonesia merupakan peradaban tua yang jauh lebih awal dibandingkan yang umum dikenal dalam buku sejarah.
Dalam kuliah umum bertajuk “Menggali Kearifan Lokal: Perbandingan Hukum Adat dan Kearifan Lokal dalam Masyarakat Modern” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Fadli menyebut Kutai Martadipura di Kalimantan Timur sebagai kerajaan tertua di Nusantara.

Ia menjelaskan bahwa selama ini sejarah dianggap dimulai sejak ditemukannya tulisan, seperti yang terjadi di abad ke-4 Masehi di Kutai.
“Padahal sebelum ada tulisan, itu juga sejarah. Hanya saja disebut prasejarah, yang sebenarnya bagian dari sejarah awal kita,” ungkapnya pada Jumat (30/5/2025).
Fadli memaparkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa, termasuk 1.340 etnis dan 718 bahasa daerah—mewakili 10 persen dari bahasa di dunia.
Indonesia juga telah mencatat 2.213 warisan budaya tak benda dan memiliki 10 situs warisan dunia yang diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), enam di antaranya merupakan warisan budaya seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan Sangiran.
Menariknya, Fadli menyinggung temuan artefak manusia purba yang menguatkan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat awal peradaban.
Ia menyebut 60% artefak Homo erectus ditemukan di wilayah Indonesia, dari Jawa Tengah hingga NTT. Bahkan, lukisan gua tertua di dunia kini diakui berasal dari Indonesia, yakni di Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan usia mencapai 51.200 tahun.
Di Kalimantan Timur sendiri, lanjut Fadli, terdapat Gua Sangkuriang yang menyimpan sekitar 2.500 lukisan purba berusia hingga 40.000 tahun.
Sebanyak 58 gua di wilayah ini juga diketahui memiliki ekspresi budaya kuno, yang menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki warisan budaya yang sangat kaya dan penting.
“Jika piramida Giza di Mesir berusia 5.000 tahun, maka peninggalan budaya kita jauh lebih tua,” katanya.
Ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan akar peradaban yang dalam. Karena itu, menurutnya, diperlukan langkah untuk menulis ulang sejarah sebagai bagian dari menemukan kembali identitas nasional Indonesia.
Hal tersebut memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai pusat awal sejarah dan kebudayaan Indonesia yang perlu mendapat perhatian lebih dalam pemajuan kebudayaan nasional. (SH)
![]()







