Eksyar Harus Jadi Pilar Transformasi Ekonomi Nasional

Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur (BI Kaltim) Ragil Misas Fuadi (tengah)

Portalkaltim.com, Samarinda — Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur (BI Kaltim) Ragil Misas Fuadi menegaskan pentingnya sinergi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) guna memperkuat stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi nasional.

Ini dirinya sampaikan dalam Flagship Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah bertema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Kalimantan Timur” di Ruang Maratua Lantai IV, Kantor BI Kaltim, Minggu (25/5/2025).

Flagship Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur
Flagship Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur

“Eksyar kini sudah masuk program prioritas nasional,” ujar Ragil saat menyampaikan materi berjudul “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional”.

Ia menyebut, sebelumnya eksyar belum tercantum dalam RPJMN, namun kini menjadi fokus utama pemerintah dalam membangun sumber-sumber ekonomi baru, termasuk sektor keuangan sosial syariah.

Dari sisi global, eksyar menunjukkan pertumbuhan positif meski ketidakpastian ekonomi meningkat. Pada 2027, transaksi konsumen muslim dunia diperkirakan mencapai 6,4 persen.

Empat faktor yang mendukung pertumbuhan tersebut adalah peningkatan produk berlabel halal dari negara muslim dan non-muslim, penguatan regulasi dan lembaga sertifikasi halal, pertumbuhan e-commerce, serta peningkatan populasi muslim global.

Ragil menyoroti bahwa aset keuangan syariah global terus tumbuh, namun fintech syariah masih tertinggal dari konvensional.

“Ini jadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Ia mendorong masyarakat untuk mengambil peran nyata seperti membuka rekening di bank syariah dan mengkonsumsi produk halal sebagai bentuk kontribusi terhadap ekonomi syariah.

Menurut Ragil, pemerintah juga mendorong ekosistem industri halal dengan memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) halal serta memperkuat regulasi dan ruang industri halal.

BI sendiri telah menyusun program pengembangan eksyar dengan pilar utama ekosistem produk halal yang mencakup makanan, fashion, dan pariwisata halal.

“Eksyar tidak bisa berjalan sendiri, perlu sinergi antara BI, OJK, pemerintah, dan pelaku usaha,” tegasnya.

Menutup materinya, Ragil menguatkan terkait peran mahasiswa sangat penting sebagai agen penggerak ekonomi syariah masa depan. (SH)

Loading