Meskipun Terpangkas Anggaran Dampak Efisiensi, DKP Kaltim Gencar Tingkatkan Produksi Ikan
Kepala DKP Provinsi Kalimantan Timur Irhan Hukmaidy. (Rad/Portalkaltim.com)
Portalkaltim.com, Samarinda — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya meningkatkan minat masyarakat dalam mengonsumsi ikan melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), yang dirangkai dengan Lomba Masak Serba Ikan, Bazar Produk dan Olahan Ikan, pada Kamis pekan lalu.
Meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, program Gemarikan yakni lomba masak olahan serba ikan yang biasa diselenggarakan oleh daerah, kini dialihkan menjadi program nasional.
Kepala DKP Provinsi Kaltim Irhan Hukmaidy menerangkan, bazar produk dan olahan ikan yang digelar di balaman Kantor DKP Kaltim Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, merupakan agenda rutin tahunan sebagai upaya meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan di Kaltim.
“Kegiatan ini rutin setiap tahun, dan dikemas dengan lomba masak olahan ikan. Cuma karena tahun ini ditiadakan di tingkat provinsi, nanti kita bawa kegiatan masak ikan ini ke tingkat nasional,” kata Irhan.
Hadirnya Bazzar produk dan olahan ikan ini juga untuk terus memperkenalkan kepada masyarakat, bahwa ikan itu tidak hanya bisa dikonsumsi seperti digoreng, dibakar dan lainnya. Namun, ikan ini juga bisa diolah menjadi produk-produk yang menarik seperti abon.
Dengan meningkatnya angka konsumsi ikan di Kaltim, tentunya menjadi salah satu upaya menyukseskan program Kaltim Emas 2030 mendatang, sebagai salah satu target yang dicanangkan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
“Kami siap mendukung visi misi Pak Gubernur Kaltim. Kaltim sukses untuk generasi emas,” tegas Irhan.
Bazzar produk dan olahan ikan ini melibatkan 30 partisipasi dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Selili Samarinda.
Irhan menyebutkan untuk pemenuhan pasar domestik sendiri, komoditi perikanan di Kaltim sudah dikirim antarprovinsi. Untuk total pendapatan dari pengiriman ikan keluar daerah tahun 2024 lalu, baik ikan segar maupun beku mencapai Rp795 miliar.
“Perikanan ini menjanjikan. Sektor perikanan siap jadi garda terdepan untuk pasokan pangan di Kaltim, dan Ibu Kota Nusantara (IKN),” pungkas Irhan Hukmaidy. (Rad/ADV/Diskominfo Kaltim)







