Rudy Mas’ud: Pendidikan Gratis adalah Jalan Memutus Kemiskinan di Kaltim

Suasana launching program Gratispol dan penandatanganan kesepakatan Gratispol bersama universitas dan perguruan tinggi di Kaltim

Portalkaltim.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Melalui program Gratispol yang diluncurkan secara resmi di Convention Hall Sempaja pada Senin (21/4/2025), Rudy menyebut pendidikan sebagai alat utama memutus rantai kemiskinan dan kebodohan.

“Saya berdiri di sini tidak lebih sebagai pelayan masyarakat yang ingin Kalimantan Timur hidup lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat,” ujar Rudy dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta.

Program Gratispol yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim disebut Rudy sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Ia menyebut program ini sejalan lurus dengan Nawa Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024 Joko Widodo dan Jusuf Kalla, serta Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden saat ini, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

Menurut Rudy, pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan merupakan lompatan penting agar Kaltim bisa setara dengan kota-kota besar di Indonesia bahkan Asia.

“Jika kita gagal menyiapkan bonus demografi, maka kita akan jadi provinsi yang dipenuhi orang tua, miskin, dan tanpa pengetahuan,” tegasnya.

Politisi Golkar itu mengungkapkan, saat ini hanya 12 persen anak-anak Kaltim yang menempuh pendidikan tinggi. Angka ini masih jauh dari standar negara maju yang berada di kisaran 20 persen.

Orang nomor satu di Kaltim ini menargetkan dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, capaian itu bisa meningkat menjadi 25–30 persen. Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk menyambungkan bantuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga S3.

“Kita tidak ingin anak-anak kita berhenti sekolah hanya sampai 12 tahun. Kita ingin mereka belajar minimal sampai 16 tahun,” tuturnya.

Selain menjangkau pendidikan dalam negeri, Pemprov Kaltim juga menyiapkan skema beasiswa untuk studi ke luar negeri. Rudy menyebut, hidup akan bahagia dengan cinta, tapi akan lebih mudah dengan ilmu.

“Kewajiban kita terhadap ilmu ada tiga: dikejar, diamalkan, dan disampaikan,” ujarnya menutup. (SH)

Loading