Kisah Dokter Katolik Sarankan Puasa untuk Sembuhkan Sakit

Ilustrasi kisah dokter Katolik yang menyarankan berpuasa untuk sembuhkan penyakit

Portalkaltim, Jakarta – Tepat pada 1 Maret 2025, umat Islam di seluruh belahan dunia menjalankan ibadah puasa. Pada setelah bulan Sya’ban berlalu, bulan Ramadan telah dijumpai lagi.

Puasa, tidak hanya sekadar tentang menahan lapar dan haus. Tidak hanya tentang berburu takjil dan memikirkan akan sahur menggunakan makanan lezat mana lagi. Tetapi, bagaimana seorang hamba Allah menjauhkan diri dari segala macam perbuatan yang dilarang dan memperbanyak amal kebaikan agar mereka bertakwa.

Di dalam bulan Ramadan, banyak pahala-pahala yang telah Allah sediakan untuk para hamba-Nya. Dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa “Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan bulan Ramadan seraya beliau berkata: ‘Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Di bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.”

Berburu kebaikan dan amal saleh demi pahala berlipat ganda dan mendapat rida dari Allah SWT, menjadi kegiatan utama di bulan suci ini. Selain tentang pahala dan takwa, banyak sekali kisah yang memiliki hikmah bagi orang yang berpuasa.

Ustadz Khalid Basalamah melalui YouTube Khalid Basalamah Official “Kajian Tematik”, yang diunggah 27 Februari 2025 lalu dengan judul “Menambah Ilmu dengan Bulan Ramadan”, menyampaikan suatu kisah nyata yang terjadi di tanah Arab.

“Sering saya sampaikan ini, kisah nyata dari salah satu pengusaha terkaya di Arab Saudi,” katanya membuka kisahnya.

Pria kaya itu, dikatakan Khalid adalah seorang Muslim sejak lahir. Tetapi dirinya, walau terlahir dengan Islam, ia tidak menyukai berpuasa. Selama 10 tahun, tak sekalipun ia menjalankan Rukun Islam ketiga itu. Dia, sebut Khalid, menganggap puasa adalah beban.

Ketika bulan Ramadan tiba, pria tersebut akan sengaja melakukan safar atau perjalanan jauh ke negara-negara Eropa, supaya mendapat porsi gugur kewajiban puasanya. Dengan niat yang salah, ia selalu melakukannya setiap tahunnya.

“Supaya keluarganya tidak menghardiknya (tidak puasa), dia 2-3 hari sebelum Ramadan menjadi musafir. Habis lebaran baru pulang. Begitu terus,” jelasnya.

Di tahun ke-11, si pria kaya mendapat teguran dari Allah Azza Wa Jalla sebuah penyakit di bagian perutnya. Di setiap menitnya, ia harus menahan sebuah kram perut misterius. Kekayaan hartanya, membuatnya mampu menemui berbagi dokter-dokter terkenal, terbaik dan terhebat di berbagai negara.

“Dia berobat dan hampir seluruh dokter terbaik di dunia sudah didatanginya,” lanjut Khalid mengisahkan.

Kemudian, sampai si pengusaha tersebut datang kepada seorang dokter beragama Katolik. Dokter itu merupakan rekomendasi dokter hebat lainnya yang ditemui si pria arab tadi. Dokter Katolik ini telah mempelajari Al-Quran, sampai ditahap ia hendak masuk Islam tapi sedang menunggu momentum yang membuatnya benar-benar ingin memeluk Islam.

“Semua dokter-dokter spesialis dan profesor-profesor sudah angkat tangan. Lalu ditunjuklah dokter Katolik ini,” ungkapnya.

Sesampainya kepada dokter Katolik tersebut, si pria menjelaskan masalahnya yang sudah ia derita hingga setahun belakangan. Melihat riwayat pengobatan dari berbagai dokter terbaik dunia miliknya, dokter Katolik ini meminta untuk dihentikan obat-obatan yang dikonsumsi pria tersebut.

Dengan pengetahuannya selama mendalami Al-Quran, dokter Katolik menyarankan si pria untuk berpuasa di bulan Ramadan yang sudah tinggal beberapa hari lagi. Setuju dengan saran dokter itu, pengusaha kaya itupun mencoba menjalankan puasa sebulan penuh.

“Dia tidak sakit tapi butuh terapi. Dokter Katolik ini berkata, ‘saya tahu di agama kamu Islam ada puasa Ramadan’. Dokter itu tidak tahu kalau pria ini tidak puasa 10 tahun,” tuturnya.

Mulai dirinya berniat puasa, bahkan sebelum masuk Ramadan sampai berlalunya bulan suci, kram perut yang dialaminya tidak lagi datang dan hilang. Kembali lah pria kaya tadi kepada dokter Katolik dan menyerupakan bahwa ia telah sembuh.

Setelah kesembuhannya, dokter Katolik itu mengeluarkan Al-Quran dan mengatakan bahwa ia meyakini apa yang ada di dalamnya adalah benar. Kemudian, masuklah ia kepada Islam.

Kisah ini menyampaikan kepada semua bahwa berpuasa bukan saja tentang perintah Allah SWT. Banyak hikmah tersimpan di dalamnya, utamanya bagi kesehatan orang yang menjalankannya. (SH)

Loading