Advetorial

Optimalisasi Data Akurat, Strategi DP2KB Kutim Percepat Penurunan Stunting

Kutai Timur – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Timur, Achmad Junaidi, menekankan urgensi pemanfaatan data yang akurat dalam upaya menekan angka stunting. Ia menjelaskan, perbedaan antara hasil survei SKI dan data lapangan seharusnya tidak menjadi bahan perdebatan, melainkan dorongan untuk meningkatkan kerja kolaboratif dalam percepatan penanganan stunting.

“Menurut SKI, prevalensi stunting di Kutai Timur pada 2023 mencapai 29 persen, sementara data dari Pemantauan Permasalahan Gizi Balita (PPGB) mencatat angka yang lebih rendah, yaitu 16,9 persen,” ungkap Junaidi dalam acara “Pembukaan Bimtek SPIP Terintegritas, Tematik Penurunan Prevalensi Stunting dan Manajemen Risiko.”

Junaidi menjelaskan, data SKI diperoleh melalui survei acak yang tidak dapat ditelusuri hingga tingkat individu, tetapi tetap relevan sebagai referensi di tingkat nasional. Sebaliknya, data PPGB menyediakan informasi lebih detail dan spesifik, mencakup nama dan alamat anak yang menjadi sasaran program di 18 kecamatan. “Dengan data PPGB yang lebih terperinci, kami dapat memastikan intervensi lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Data PPGB, yang diperoleh langsung dari Dinas Kesehatan, mencakup informasi hingga tingkat desa dan memungkinkan identifikasi kebutuhan spesifik setiap wilayah. Junaidi juga menekankan perlunya koordinasi erat antara DP2KB dan Dinas Kesehatan untuk memastikan data yang digunakan dalam intervensi mencerminkan kondisi aktual di lapangan.

Dengan pendekatan berbasis data yang terstruktur ini, Junaidi optimis bahwa upaya penurunan angka stunting di Kutai Timur akan menjadi lebih efektif dan memberikan dampak signifikan. (SH/ADV)

Loading