Mengawal Nyawa Sejak Awal: Inovasi KABAR RSIA Sayang Ibu Lindungi Bayi Prematur
Portalkaltim.com, Balikpapan – Kelahiran bayi prematur bukan hanya persoalan medis, tetapi juga momen krusial yang menentukan kualitas hidup jangka panjang. Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 36 minggu memiliki risiko kesehatan lebih tinggi, baik selama perawatan di rumah sakit maupun setelah kembali ke rumah. Dalam situasi ini, peran sistem pendampingan yang berkelanjutan menjadi sangat penting.
Menjawab tantangan tersebut, RSIA Sayang Ibu Balikpapan menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan bernama KABAR (Kawal Bayi Prematur). Program ini dirancang untuk memastikan bayi prematur tidak hanya selamat dari fase kritis, tetapi juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan bersama keluarganya agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
KABAR membawa perubahan paradigma dari layanan yang berpusat pada rumah sakit menjadi family centered care. Orang tua tidak lagi ditempatkan sebagai pihak pasif, melainkan dilibatkan aktif sebagai bagian dari tim perawatan. Pendekatan ini memperkuat peran keluarga dalam proses penyembuhan dan perawatan jangka panjang bayi prematur.

Melalui rangkaian layanan terintegrasi, KABAR mencakup edukasi berbasis video seperti PAKDE BATUR dan BUDE BATUR, komunitas dukungan emosional SENYUM, pendampingan langsung selama perawatan melalui SAPA, serta pemantauan pasca rawat inap lewat PERAN. Pemanfaatan teknologi sederhana seperti video edukasi dan komunikasi berbasis WhatsApp membuat program ini mudah diterapkan dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dampak nyata dari KABAR terlihat pada peningkatan kesiapan dan kepercayaan diri orang tua. Mereka lebih memahami kondisi bayi, mampu melakukan perawatan dasar seperti Perawatan Metode Kangguru, pemberian ASI, serta deteksi dini tanda bahaya. Ikatan emosional antara ibu dan bayi juga semakin kuat, yang berkontribusi positif terhadap tumbuh kembang bayi prematur.
Dari sisi pelayanan, tenaga kesehatan berperan sebagai fasilitator dan pendamping, bukan semata pemberi tindakan medis. Pola ini menciptakan layanan yang lebih komunikatif, efektif, dan berorientasi pada keselamatan jangka panjang bayi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara rumah sakit dan keluarga pasien.
Keunggulan lain KABAR terletak pada keberlanjutannya. Program ini tidak bergantung pada teknologi mahal, melainkan pada komitmen tenaga kesehatan dan praktik pelayanan sehari-hari yang adaptif. Pendampingan tetap berlanjut setelah bayi pulang, sehingga hubungan antara rumah sakit dan keluarga tetap terjaga.
Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada keluarga, KABAR juga berkontribusi pada upaya penurunan angka kematian neonatal. Setiap bayi prematur yang berhasil dikawal hingga tumbuh sehat menjadi bagian dari investasi sosial jangka panjang bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui KABAR, RSIA Sayang Ibu Balikpapan menegaskan bahwa inovasi pelayanan kesehatan terbaik lahir dari empati, keberanian untuk berubah, dan komitmen untuk hadir sejak awal kehidupan. Mengawal bayi prematur berarti menjaga masa depan, satu kehidupan kecil yang diselamatkan hari ini menjadi fondasi generasi yang lebih sehat di masa depan. (SH)
![]()










