Jam Kerja Pekerja Kaltim Tertinggi Ketiga Nasional, Ini Sektor yang Mendominasi
Portalkaltim.com, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat masuk tiga besar provinsi dengan jam kerja terlama di Indonesia.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menunjukkan, rata-rata jam kerja di Kaltim mencapai sekitar 44,7 jam per minggu, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan hanya berada di bawah Gorontalo serta Kalimantan Utara.
Capaian tersebut menempatkan Kaltim sejajar dengan provinsi yang selama ini dikenal memiliki intensitas kerja tinggi, seperti DKI Jakarta dan Banten.
Selain itu, persentase pekerja dengan jam kerja ≥48 jam per minggu di Kaltim juga tergolong tinggi dibanding banyak provinsi lain, yang mengindikasikan beban kerja yang relatif berat.
Kepala BPS Kaltim periode 2022–2025, Yusniar Juliana, menyebutkan bahwa tingginya jam kerja perlu dilihat secara lebih komprehensif berdasarkan sektor dan karakteristik lapangan kerja di daerah.
Menurutnya, struktur ketenagakerjaan di Kaltim turut memengaruhi pola jam kerja tersebut.
“Kalau dilihat dari karakteristik ketenagakerjaan, sebetulnya di sini, dalam kurung Kaltim, itu lebih banyak di sektor perdagangan kemudian pertanian,” ujar Yusniar.
Ia menjelaskan, sektor-sektor tertentu memiliki pola kerja yang secara alami menuntut jam operasional lebih panjang, sehingga berdampak pada rata-rata jam kerja mingguan.
Kondisi ini tidak selalu mencerminkan tekanan kerja semata, tetapi juga karakter usaha dan pola aktivitas ekonomi di daerah.
“Misalnya perdagangan toko-toko kan bukannya ya sampai bisa malam juga,” katanya.
Yusniar menambahkan, pemahaman terhadap data jam kerja harus disertai dengan pemahaman konsep dan definisi statistik ketenagakerjaan agar tidak menimbulkan salah tafsir di masyarakat. Dengan demikian, diskusi publik dapat berlangsung lebih objektif dan berbasis data.
“Perlu dipahami juga secara utuh dengan melihat sektor tempat bekerjanya dan karakteristik lapangan kerja di daerah dengan memahami konsep definisi juga data ketenagakerjaan supaya tidak muncul kekeliruan di masyarakat. Dengan pemahaman yang utuh itu diharapkan bisa menjadi dasar diskusi yang objektif,” tegasnya.
Tingginya jam kerja di Kaltim juga menjadi sorotan karena berkaitan dengan isu keseimbangan kerja dan kehidupan, kesehatan pekerja, serta dinamika ketenagakerjaan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kondisi ini menuntut perhatian berbagai pihak agar pertumbuhan ekonomi tetap sejalan dengan perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja. (SH)
![]()







