Wali Kota Balikpapan Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak di Era Digital

Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud setelah Acara Musrenbang di Balaikota Balikpapan

Portalkaltim.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa keluarga, khususnya orang tua, memegang peran kunci dalam membentuk karakter anak di tengah tantangan sosial dan pesatnya perkembangan teknologi. Edukasi sejak dini di lingkungan rumah dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud usai mengikuti kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), pada Kamis (2/4/2026).

Menurut Rahmad, pembinaan anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia menekankan perlunya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, dalam memberikan arahan dan batasan yang tepat bagi anak-anak.

β€œHal ini memerlukan edukasi dan kerja sama seluruh masyarakat, terutama orang tua, dalam menjaga dan membimbing anak-anak agar tidak diberikan kebebasan berlebihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah selama ini telah menyediakan berbagai program dan fasilitas pendukung, mulai dari sarana pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik ramah anak seperti taman. Namun, peran tersebut bersifat melengkapi dan tidak dapat menggantikan fungsi utama keluarga.

“Rumah merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar mengenal nilai-nilai kehidupan. Lingkungan keluarga menjadi ruang awal dalam menanamkan moral, etika, serta kemampuan membedakan hal yang baik dan buruk, ” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat diminimalkan melalui langkah pencegahan. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah memperkuat edukasi kepada orang tua secara berkelanjutan, baik melalui sekolah maupun lingkungan rukun tetangga (RT).

Dalam konteks perkembangan digital, Rahmad juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan teknologi oleh anak. Ia menilai pemanfaatan perangkat digital harus disertai pendampingan agar memberikan dampak positif, bukan sebaliknya.

Selain penguatan peran keluarga, pemerintah juga mendorong optimalisasi fungsi RT sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan dana operasional RT dari Rp500 ribu menjadi Rp1,5 juta.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan anggaran harus diimbangi dengan kinerja yang bertanggung jawab. Pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan evaluasi hingga pencabutan dana operasional bagi RT yang dinilai tidak menjalankan tugas secara optimal.

Melalui sinergi antara keluarga, lingkungan, dan pemerintah, Pemkot Balikpapan berharap pembinaan generasi muda dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman dengan karakter yang kuat dan berdaya saing. (IM)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7