Gerindra Kutim Rayakan HUT ke-18, Tegaskan Peran Strategis Kawal Agenda Kerakyatan
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menandai usia ke-18 sebagai fase konsolidasi politik dan penguatan peran strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), momentum hari ulang tahun ini dimaknai bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas tanggung jawab politik yang kian besar seiring kedewasaan partai.
Usia 18 tahun dipandang sebagai titik transisi Gerindra dari fase perjuangan menuju fase pengabdian yang lebih terstruktur. Fokus utama diarahkan pada pengawalan kebijakan nasional agar implementasinya benar-benar dirasakan hingga tingkat akar, khususnya melalui peran aktif kader di daerah.
“Di usia 18 tahun ini, Gerindra harus semakin matang dan hadir memberi manfaat nyata. Program Presiden Prabowo Subianto seperti cek kesehatan gratis, makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, hingga sekolah rakyat tidak boleh berhenti di pusat, tapi wajib dikawal sampai ke daerah,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kutim, Novel Tyty pada Jumat (6/2/2026).
Novel menegaskan, keberpihakan rakyat terhadap Gerindra tidak terlepas dari konsistensi partai dalam memperjuangkan kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh dan masyarakat yang ingin bergabung, dengan satu prinsip yang tak bisa ditawar, yakni loyalitas.

“Loyalitas adalah karakter utama kader Gerindra. Ini sejalan dengan nilai kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto sebagai negarawan dan mantan prajurit yang menjunjung disiplin dan pengabdian,” tegasnya.
Dalam konteks sosial kemasyarakatan, Gerindra Kutim juga menaruh perhatian serius terhadap bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk banjir. Novel menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus kehadiran negara dalam situasi darurat.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, DPC Partai Gerindra Kutim menyalurkan sedikitnya 100 paket sembako kepada masyarakat terdampak banjir dan kelompok nelayan, khususnya di wilayah Kenyamukan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-18 Gerindra.
Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kutim, David Rante menambahkan, distribusi bantuan dilakukan dengan menyisir langsung lokasi terdampak agar bantuan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kami ingin memastikan kehadiran Gerindra dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar simbolis,” ujarnya.
Di sisi lain, Gerindra juga menyoroti persoalan sosial berskala nasional, termasuk kasus bunuh diri pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT)yang dipicu faktor kemiskinan. Peristiwa tersebut dinilai sebagai alarm keras bagi negara agar lebih serius dan akurat dalam mendata serta menangani masyarakat miskin tanpa diskriminasi.
Pengentasan kemiskinan disebut harus dilakukan secara menyeluruh dan tegas, dengan memastikan seluruh warga yang berada di bawah garis kemiskinan terdata dan mendapatkan haknya. Pemerintah daerah hingga pusat didorong untuk aktif turun langsung menyisir dan mendeteksi kondisi sosial masyarakat.
Gerindra menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan kerakyatan, termasuk pemenuhan alokasi 20 persen anggaran pendidikan. Pengawasan di tingkat daerah dinilai menjadi kunci agar kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai angka di atas kertas, melainkan benar-benar menjangkau masyarakat hingga lapisan terbawah. (IM)
![]()










