Teknologi Korea Disuntikkan ke Proyek Golf Rp60 Miliar, Awas Risiko Salah Kelola

Tampak depan Driving Range Golf Samarinda

Portalkaltim.com, Samarinda – Proyek megah Driving Range Golf Samarinda yang dibangun di kawasan GOR Segiri tak hanya menyuguhkan lapangan latihan eksklusif, tapi juga menyuntikkan teknologi digital asal Korea Selatan senilai belasan miliar rupiah.

Sorotan pun mengarah ke DPRD Samarinda, yang meminta agar proyek bernilai total Rp60 miliar ini tidak jadi ladang pemborosan anggaran.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar menyoroti struktur pembiayaan tahap kedua yang menelan Rp33 miliar, dengan hampir separuhnya dialokasikan untuk sistem digital berbasis IT.

“Sekitar 45 persen dana tahap kedua habis untuk sistem layanan golf yang diimpor dari Korea. Bukan langganan, tapi dibeli putus,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).

Sistem ini diklaim canggih, mulai dari pencatatan skor otomatis, sistem pemesanan jadwal bermain, hingga perangkat digital lain yang langsung terhubung dengan sistem operasi driving range.

Namun karena tanpa skema pemeliharaan tahunan, DPRD khawatir sistem bakal cepat usang atau mangkrak bila tak dirawat serius.

“Kalau sampai error dan tidak ada SDM lokal yang paham sistemnya, lalu siapa yang tangani? Jangan sampai beli mahal tapi akhirnya cuma jadi pajangan,” tegas Deni.

DPRD juga mencermati belanja lain dalam paket tahap kedua, di antaranya pemasangan jaring pengaman dan tiang-tiang setinggi belasan meter yang memakan 39 persen anggaran.

Komponen ini disebut vital karena area latihan berada di dekat pemukiman padat dan fasilitas umum.

Dengan luas hampir 1 hektare dan digadang-gadang sebagai driving range berteknologi digital pertama di Kalimantan, Deni menekankan bahwa ekspektasi publik pun tinggi.

Jika dikelola profesional, proyek ini bisa jadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru. Namun jika salah kelola, justru menjadi simbol kegagalan pengelolaan infrastruktur berbasis bisnis di Samarinda.

Proses pembangunan Driving Range Golf Samarinda senilai Rp60 miliar
Proses pembangunan Driving Range Golf Samarinda senilai Rp60 miliar

“Aset ini tidak kecil. Kalau sampai terbengkalai hanya karena salah manajemen, masyarakat yang rugi. Padahal potensinya luar biasa,” kata politisi Gerindra itu.

Kontraktor proyek menyatakan seluruh perangkat dari Korea sudah tiba dan tinggal menunggu proses instalasi. Tahap kedua ditarget rampung pada November 2025.

Bila rampung, driving range ini bakal dilengkapi fasilitas komersial lainnya seperti kafe dan area relaksasi untuk menyasar kalangan menengah atas.

Menariknya, tak jauh dari lokasi driving range, pemkot juga mulai menyiapkan mega proyek Sport Hub senilai Rp19,7 miliar. Fasilitas itu bakal menghadirkan kolam renang standar, pusat kebugaran, dan ruang usaha kuliner dalam waktu pengerjaan selama delapan bulan.

Dengan dua proyek besar yang berdiri berdampingan di jantung kota, Samarinda seolah ingin menata wajah baru sektor olahraganya lebih modern, berkelas, dan menjanjikan keuntungan. (SH)

Loading