Stadion Kadrie Oening Diubah Jadi Ruang Sehat Warga: Dispora Kaltim Hadirkan Gym 24 Jam untuk Semua Kalangan
Portalkaltim.com, Samarinda – Transformasi ruang publik di Samarinda terus bergulir. Kini, Stadion Kadrie Oening tidak hanya menjadi lokasi pertandingan atau arena atletik semata, tetapi juga beralih fungsi sebagai pusat kebugaran terbuka bagi warga.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur resmi membuka layanan gymnasium yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam penuh.
Langkah ini mencerminkan upaya nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas olahraga yang inklusif, adaptif terhadap ritme masyarakat modern, serta mampu menjawab kebutuhan akan ruang sehat yang dapat diakses tanpa batas waktu.
“Kami ingin ruang olahraga ini benar-benar menjadi milik semua kalangan. Siapa pun bisa datang kapan saja, tidak terbatas pada waktu kerja,” jelas Junaidi, Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Kamis (22/5/2025).
Ia menegaskan bahwa layanan gym ini tidak eksklusif bagi pegawai atau atlet, melainkan dibuka untuk seluruh masyarakat Kalimantan Timur.
Dengan jadwal operasional yang tidak terbatas, fasilitas ini memberi ruang fleksibilitas bagi pekerja malam, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memiliki waktu luang di luar jam konvensional.
Untuk menunjang kenyamanan dan keamanan, petugas akan disiagakan selama 24 jam penuh di area gym. Mereka bertugas membantu pengguna, memberikan arahan teknis, serta menjaga kondisi alat-alat kebugaran tetap prima.
Namun, Junaidi juga mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga sarana publik. “Fasilitas ini bukan milik pribadi, tapi untuk kita bersama. Tanggung jawab pengguna juga sangat penting agar program ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar membangun infrastruktur, kehadiran gym 24 jam ini juga ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Dispora Kaltim berharap kawasan Stadion Kadrie Oening bisa tumbuh sebagai ruang komunitas yang tidak hanya mendorong aktivitas fisik, tapi juga memperkuat interaksi sosial dan semangat kebersamaan.
“Harapan kami, tempat ini tak hanya jadi tempat olahraga, tetapi juga wadah membentuk budaya sehat dan disiplin dalam masyarakat,” tambah Junaidi.
Dengan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas publik dan menghapus sekat eksklusivitas, Dispora Kaltim mendorong model baru ruang kota: terbuka, aktif, dan menyehatkan.(Adv)
![]()










