Kejuaraan Menembak Metal Silhoutte, Cari Talenta Muda Menjadi Atlet Kutim
Portalkaltim.com, Kutai Timur — Kejuaraan Menembak Metal Silhouette Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah dibuka pada Jumat (16/05/2025) yang akan dilaksanakan selama dua hari di Kawasan Stadion Olahraga Kudungga Jalan Soekarno Hatta Sangatta.

Semua senjata pada kejuaraan ini memiliki peluru kaliber 4,5 milimeter, panitia juga telah mempersiapkan sejumlah hadiah, piagam, medali serta dana pembinaan sebesar 57 juta rupiah, selain itu juga terdapat door prize.
Terdapat dua kategori pada ajang kejuaraan tersebut, yaitu kategori open (se-Kaltim) dan kategori lokal (se-Kutim). Yang akan mempertandingkan sebelas nomor tanding, enam kategori open dan lima kategori lokal.
Enam kategori open terdiri dari Benchrest LR Open, Multi Range Open, Benchrest HR Open, Multi Range Junior Open, Benchrest LR Junior Open dan PCP Tripos Open.
Sedangkan lima kategori lokal terdiri dari Benchrest LR, Multi Range, Benchrest HR, PCP Tripos dan Benchre Junior HR.
Wakil Bupati sekaligus Ketua Perbakin Kabupaten Kutim Mahyunadi saat membuka kegiatan tersebut juga menyampaikan target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, yaitu menginginkan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) masuk dalam tiga besar.
Dikarenakan pada Porprov tahun 2023 yang diadakan di Berau, Kabupaten Kutim hanya mendapatkan 7 mendali emas, prestasi tersebut dianggap menurun, karena pada Porprov tahun 2018, Kutim mendapatkan 11 medali emas dari 36 medali emas yang ada.
Dirinya beranggapan bahwa penurunan prestasi Perbakin ini diakibatkan dari beberapa faktor, mulai dari masalah internal, fasilitas yang ada, hingga para atlet.
“PR (pekerjaan rumah) kita adalah lapangan tembak belum selesai, kalau sudah selesai tahun depan kita regenerasi organisasi, dan alat kita sebagian besar masih modifikasi dan kalah dalam teknologi,” ucap Mahyunadi.
Selain itu, dirinya juga mengatakan jika cabang olahraga (cabor) di Perbakin cukup rumit. Ia mengungkapkan jika dalam cabor ini membutuhkan energi yang cukup besar, bahkan lapangan tembaknya sendiri memerlukan panjang hingga berjarak 500 meter.
Bukan hanya itu, Ketua Perbakin sekaligus Wakil Bupati itu menjelaskan jika atlet yang berusia di bawah 30 tahun cukup sulit untuk mengikuti Cabor Perbakin ini, dikarenakan usia di bawah 30 tahun tidak boleh memakai dan memiliki senjata api, jika mengambil sertifikasinya pun perlu terbang jauh ke Surabaya. (TS)
![]()







