Terus Berprogres dalam 3 Bulan, Listrik dan Insfratruktur Digenjot Pemkab Kutim

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Harapan besar masyarakat pesisir perlahan terwujud. Desa Manubar kini resmi menikmati listrik, sebuah capaian penting yang menjadi kado istimewa di momentum Hari Ulang Tahun ke-26 Kutai Timur. Kehadiran listrik di Manubar Dalam dan Manubar Pantai menjadi simbol nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

Kabar baik ini tidak berhenti di Manubar. Pemerintah daerah menargetkan 13 desa lainnya segera menyusul, meski waktu yang tersisa di tahun ini cukup terbatas. Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerataan energi terus dikejar, bahkan di wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa peresmian listrik tersebut merupakan langkah maju yang sangat berarti. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus keyakinan bahwa target desa berikutnya dapat segera terealisasi.

“Meresmikan listrik di Manubar. Ya, jadi di Manubar Dalam, Manubar Pantai. Kemudian berikutnya ada 13 desa lagi yang siap di tahun ini. Nah, semoga saja itu mereka berhasil melaksanakan semua,” ungkap Ardiansyah.

Ia menambahkan, meski tantangan waktu hanya tersisa tiga bulan, semangat pembangunan tidak boleh surut. Menurutnya, capaian ini adalah hadiah yang membanggakan sekaligus motivasi untuk terus memperluas jaringan listrik ke pelosok desa.

“Jadi saya sampaikan ini luar biasa di HUT Kutai Timur ke-26, berita itu cukup menggembirakan bagi saya ada tiga belas lagi yang disiapkan,” jelasnya.

Selain listrik, perhatian pemerintah juga tertuju pada pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir. Saat meninjau Kecamatan Sandaran, Ardiansyah melihat antusiasme masyarakat yang menanti progres jalan dan fasilitas pendukung lainnya.

“Kedua saya kemarin ke Sandaran ya. Alhamdulillah masyarakat juga sedang menantikan progres apa namanya infrastruktur yang sedang kita buat,” ucapnya.

Ia memastikan, apabila pekerjaan infrastruktur tidak dapat dituntaskan tahun ini, maka akan dilanjutkan melalui mekanisme kontrak tahun jamak. Pola tersebut disebut efektif untuk mempercepat pembangunan di daerah yang memerlukan waktu pengerjaan lebih panjang.

“Insya Allah kalau tahun ini memang tidak sanggup ya karena hanya tinggal 3 bulan tahun depan lah kita akan mengulangnya kembali dengan mekanisme Multi Years contract (MYC) ya. Bagaimana biasanya kita lakukan,” tegasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah optimistis pembangunan desa di Kutai Timur akan semakin merata, menghadirkan energi dan infrastruktur yang menjadi pondasi kemajuan daerah. (SH/ADV).

Loading