Banyak Kecelakaan Laut Tidak Dilaporkan, Dishub Balikpapan Ingatkan Motoris Kapal Perkuat Keselamatan Pelayaran

Portalkaltim.com, Balikpapan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan kembali menyoroti meningkatnya kasus kecelakaan pelayaran kapal kecil yang tidak tercatat dalam laporan resmi. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat upaya pemerintah dalam memperkuat tata kelola keselamatan transportasi laut di wilayah perairan kota.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Patturrahman, mengungkapkan bahwa masih banyak insiden kecil di laut yang terjadi namun dibiarkan tanpa dokumentasi dan pelaporan dari para motoris atau pemilik kapal. Padahal, data kecelakaan merupakan elemen penting untuk proses evaluasi dan penyusunan kebijakan pencegahan.

“Masih sering terjadi kecelakaan pelayaran kapal kecil yang tidak dilaporkan. Ini sangat berbahaya karena menyulitkan kami dalam mengevaluasi tingkat keselamatan di lapangan,” tegas Fadli, JUm’at (21/11/2025).

Menurut Fadli, kelalaian dan rendahnya kesadaran keselamatan menjadi penyebab dominan dari insiden yang selama ini luput dari perhatian publik. Banyak motoris mengoperasikan kapal tanpa pemeriksaan kelayakan teknis, mulai dari kondisi mesin, struktur kapal, hingga perangkat navigasi dan peralatan keselamatan.

“Kesadaran pelaku transportasi laut masih perlu ditingkatkan. Masalah umum yang kami temukan antara lain minimnya alat keselamatan, kapal tidak dirawat dengan benar, serta muatan yang melebihi kapasitas,” ujarnya.

Fadli menjelaskan, sistem pelaporan kecelakaan merupakan bagian penting untuk mendukung pengawasan pemerintah. Tanpa data yang akurat, potensi bahaya di laut sulit teridentifikasi dan tindakan korektif tidak dapat dilakukan secara tepat.

Ia menambahkan, perubahan kebijakan kewenangan setelah regulasi terbaru membuat pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dengan sejumlah lembaga. Saat ini, jalur pelayaran antar kota menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan), sementara Dishub Balikpapan berwenang mengawasi jalur pelayaran dalam kota.

“Kami fokus pada pengawasan pelayaran skala lokal, mulai dari antar kecamatan hingga antar kelurahan. Tetapi tanpa laporan insiden, pengawasan kami tidak dapat maksimal,” jelasnya.

Dishub menilai bahwa budaya pelaporan di kalangan pelaut masih rendah. Banyak insiden dipandang sebagai masalah kecil dan dianggap tidak perlu dilaporkan selama tidak menimbulkan korban jiwa, padahal informasi tersebut sangat krusial untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dishub Balikpapan akan meningkatkan edukasi kepada motoris kapal, nelayan, dan pengguna transportasi laut. Sosialisasi keselamatan pelayaran dan standar operasional akan diperluas melalui forum komunikasi, pembinaan teknis, serta pengecekan rutin terhadap armada.

“Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama. Jangan menunggu terjadi korban baru melapor. Setiap kecelakaan—baik kecil maupun besar—harus dilaporkan agar tindakan pencegahan dapat dilakukan,” tegasnya.

Selain edukasi, Fadli juga menekankan pentingnya kesiapan alat keselamatan standar seperti pelampung, radio komunikasi darurat, dan alat navigasi yang memadai. Kepatuhan terhadap batas daya angkut kapal juga menjadi penekanan utama.

“Kami ingin memastikan seluruh aktivitas pelayaran berlangsung aman, tertib, dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan mengabaikan perlengkapan keselamatan hanya karena alasan efisiensi biaya,” tambah Fadli.

Pemerintah berharap peningkatan kedisiplinan, kesadaran keselamatan, dan keterbukaan informasi dari para motoris maupun pelaku transportasi laut dapat menciptakan budaya berlayar yang lebih aman.

Dengan masih banyaknya insiden yang tidak tercatat, Dishub menegaskan bahwa peningkatan pengawasan dan pembinaan akan terus dilakukan. Pemerintah juga meminta dukungan masyarakat sebagai pengguna jasa agar turut melaporkan setiap kejadian berisiko di perairan.

“Kami akan memperkuat pemantauan bersama pihak terkait. Semua pihak harus berperan agar keselamatan pelayaran terjamin dan kecelakaan fatal bisa dicegah,” tutup Fadli.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem transportasi laut yang lebih aman, profesional, dan bertanggung jawab, sejalan dengan komitmen Balikpapan sebagai kota dengan standar keselamatan layanan publik yang tinggi.ADV

Loading