Kemitraan Pemerintah dan Pers Diperkuat Lewat UKW Kutai Timur 2025

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur (Kutim) Ronny Bonar Hamonangan Siburian.

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur (Kutim) Ronny Bonar Hamonangan Siburian melihat betapa pentingnya sebuah makna peningkatan kualitas jurnalisme di era digital.

Berkembangnya produk dan karya digital mempengaruhi pola konsumsi literasi di masyarakat. Penyampaian yang apik dan mengikuti zaman diperlukan demi membuka wawasan para penikmat karya tulis serta pemberitaan.

Dunia informasi, menurut Ronny, hari ini bergerak cepat dan tidak selalu dalam arah yang benar. Hal itu diungkapkannya saat membuka Bimtek Pra-UKW dan Uji Kompetensi Wartawan 2025 di Hotel Royal Victoria Sangatta pada Selasa (18/11/2025).

“Di era transformasi digital, pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi penjaga gerbang yang mampu memilah, mengolah, dan menyampaikan berita yang akurat dan bertanggung jawab,” katanya.

Kualitas informasi publik, dijelaskanya, tidak dapat dilepaskan dari kualitas para pewarta yang bekerja di lapangan dan dibalik layar kacanya merangkai informasi.

Melalui pelaksanaan UKW, pemerintah berharap semakin banyak jurnalis di Kutai Timur memiliki kompetensi sesuai kaidah jurnalistik dan etika profesi, terutama dalam menghadapi arus hoaks dan misinformasi yang semakin masif.

Ronny juga memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 26 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Media Komunikasi Publik sebagai payung regulasi.

“Perbup ini kami susun sebagai bagian dari pembenahan ekosistem informasi publik. Sebelumnya hampir semua daerah belum memiliki aturan ini, dan ini juga menjadi catatan BPK,” tandasnya.

Ditegaskannya bahwa pemerintah dan pers adalah mitra strategis yang saling melengkapi untuk mendorong transparansi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan daerah.

“Kami ingin semua capaian pembangunan di desa, kecamatan, hingga kabupaten disebarkan seluas mungkin agar masyarakat tahu apa yang telah kita kerjakan,” ujarnya.

Dalam bagian akhir, Ronny mengajak seluruh peserta UKW untuk menjaga etika dan integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik. Kritik tetap dibutuhkan, tetapi harus disampaikan dengan cara yang bermartabat.

“Kita tidak antikritik, tapi tolong kritik yang etik dan berbudaya. Kita ini orang timur, punya nilai menghargai sesama,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan UKW 2025 ini, Diskominfo Kutim berharap lahir jurnalis-jurnalis kompeten yang mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi publik sekaligus memperkuat ekosistem komunikasi yang sehat di daerah.(mh)

Loading