Pelataran Sehat, Langkah Puskesmas Teritip Menuju Posyandu Masa Depan
Portalkaltim.com, Balikpapan – Puskesmas Teritip terus berinovasi memperkuat kapasitas kader posyandu melalui pelatihan 25 keterampilan kader posyandu berbasis digital. Program ini diikuti 15 kader sebagai bagian dari persiapan menuju penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang akan diperluas pada 2026.
Pelatihan ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi kader agar mampu beradaptasi dengan sistem pelayanan kesehatan berbasis digital. Melalui pelatihan tersebut, para kader diharapkan lebih tanggap terhadap perkembangan teknologi sekaligus memahami pola layanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi.
“Pelatihan ini kami bagi dalam dua tahap, yaitu pelatihan daring melalui website Pelataran Sehat dan praktik lapangan di posyandu,” ujar Promosi Kesehatan Puskesmas Teritip, Palupi Dwi Hapsari.
Pada tahap daring, para kader menerima berbagai materi dalam bentuk video pembelajaran, panduan pelaksanaan Posyandu ILP, serta soal pretest dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman. Tim Puskesmas Teritip bersama Dinas Kesehatan Kota Balikpapan turut menilai hasil belajar kader sebagai bahan evaluasi peningkatan kemampuan.
Sementara itu, tahap praktik lapangan dilaksanakan di Posyandu Melati RT 38. Kader dibagi dalam kelompok kecil untuk mensimulasikan lima langkah pelayanan posyandu siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, usia sekolah atau remaja, dewasa, hingga lansia.
Menurut Palupi, praktik ini penting untuk mengasah kemampuan kader agar mampu melayani masyarakat sesuai siklus usia dan kebutuhan kesehatan dasar.
“Kader juga kami latih untuk melayani di luar hari buka posyandu agar masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan dasar secara berkesinambungan,” tambahnya.
Kegiatan praktik ini menjadi tahapan akhir dari pelatihan digital. Para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di wilayah masing-masing dan menjadi mentor bagi kader lain yang belum mengikuti pelatihan.
“Tujuan akhirnya adalah agar setiap kader mampu menjadi penggerak dalam penerapan posyandu siklus hidup, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tutup Palupi. (YD/ADV)
![]()










