Puskesmas Lamaru Tingkatkan Edukasi Gizi Lewat Emo-Demo di Kelas Balita Lamaru

Balikpapan – Suasana Posyandu dan Kelas Balita di RT 20 Lamaru pada Sabtu (15/11/2025) berubah hangat ketika para ibu diajak bermain bersama anak-anak melalui metode edukasi emosional atau emo-demo.

Permainan sederhana berupa menyusun balok menjadi pintu baru untuk membahas pentingnya asupan gizi, sekaligus mengajak orang tua menilai kembali kebiasaan makan anak mereka.

Pada kegiatan itu, Petugas Gizi Puskesmas Lamaru, Anastasea Putri, menjelaskan bahwa metode emo-demo digunakan untuk memancing emosi positif dan memudahkan orang tua memahami pesan gizi.

“Dari permainan itu kami berdiskusi dengan ibu-ibu, misalnya mereka menginginkan anaknya tinggi atau pendek, dan semua memilih tinggi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa diskusi kemudian diarahkan pada sumber makanan bergizi, seperti hati, ayam, telur, dan ikan.

Kelas balita kali ini menjadi bagian dari program 1.000 HPK yang telah dilatihkan kepada petugas di 27 Puskesmas se-Balikpapan.

Anastasea menyebutkan bahwa metode emo-demo dipilih karena lebih mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari keluarga.

“Ini memang program dari Dinas Kesehatan, dan ujungnya juga untuk pencegahan stunting,” jelasnya.

Metode emo-demo akan terus diterapkan sebulan sekali dengan lokasi bergilir di setiap posyandu, mengingat setiap pos merupakan satu RT yang harus dijangkau.

Edukasi yang diberikan juga tidak hanya untuk kelas balita, tetapi dapat digunakan untuk kelas ibu hamil melalui materi berbeda setiap bulan.

Anastasea berharap pendekatan ini dapat membantu orang tua lebih sadar tentang pentingnya gizi sejak dini.

“Harapan saya, metode emo-demo ini bisa terus diterapkan oleh petugas yang sudah dilatih, terutama untuk edukasi pencegahan stunting kepada ibu balita di posyandu,” ujarnya. (SH/ADV)

Loading