Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Integrasi Data Keluarga Berisiko Stunting di Kutim

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan keluarga berisiko stunting melalui pemanfaatan data terintegrasi antarorganisasi perangkat daerah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap intervensi sosial, ekonomi, pendidikan, hingga peningkatan kapasitas masyarakat dapat saling melengkapi dan memberi dampak nyata dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan. Pendekatan ini juga diharapkan mampu menciptakan pola kerja yang lebih terkoordinasi dan efisien.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutai Timur, Achmad Junaidi, menjelaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan koordinasi yang kuat di antara seluruh sektor terkait. Menurutnya, pemanfaatan data yang terhubung antarinstansi menjadi kunci agar setiap langkah penanganan dapat dilakukan lebih terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Terkait keluarga berisiko, kolaborasi lintas sektor sangat penting. Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan PAUD dan PNF paket A, B, C, BLK atau BLKI, program rekrutmen tenaga kerja, dan Dinas Sosial harus melihat data ini untuk menentukan peran masing-masing,” ujar Achmad Junaidi.

Ia menambahkan bahwa dengan keterlibatan aktif seluruh instansi, data keluarga berisiko dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyusun arah kebijakan pembangunan yang benar-benar sesuai kondisi nyata. “Bila data keluarga juga tercatat di Dinas Sosial sebagai keluarga miskin ekstrem maka pemanfaatannya menjadi lebih terintegrasi,” jelasnya.

Pendekatan ini memungkinkan setiap Organisasi Perangkat Daerah menyesuaikan program mereka, mulai dari bantuan sosial, peningkatan keterampilan, hingga pendidikan nonformal. Dengan kolaborasi yang semakin erat, Kutai Timur menegaskan komitmennya membangun sistem pencegahan stunting yang menyeluruh dan berorientasi pada pemberdayaan keluarga. (SH/ADV)

Loading