Advertorial

Revitalisasi MT Haryono Picu Keramaian Baru, Dishub Siapkan Penataan Parkir untuk Atasi Kemacetan

Balikpapan — Revitalisasi kawasan Jalan MT Haryono yang menjadi bagian dari megaproyek penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal mulai memberikan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Koridor utama menuju pusat Kota Balikpapan itu kini tampil dengan wajah baru. Trotoar yang dirancang bergaya semi-pedestrian menghadirkan nuansa modern, rapi, dan nyaman, menjadikannya magnet baru bagi warga yang ingin berjalan santai atau menikmati waktu di kafe pada sore dan malam hari.

Namun, meningkatnya mobilitas warga di kawasan tersebut turut menghadirkan tantangan baru. Kemacetan mulai sering terjadi pada jam-jam sibuk, terutama akibat banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan. Pertumbuhan pesat rumah makan dan kafe di sepanjang MT Haryono membuat kawasan itu semakin hidup, tetapi sekaligus rawan parkir sembarangan. Hal ini menyebabkan penyempitan ruas jalan dan terganggunya arus lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan tersebut. Menurutnya, Dishub telah menyiapkan langkah strategis berupa skema penataan parkir yang lebih terstruktur, permanen, dan berkelanjutan untuk mengurai kepadatan.

“Ada dua opsi yang sedang kami kaji: dikelola langsung oleh pemerintah atau menggandeng pihak swasta sebagai mitra. Yang jelas, kami ingin solusi ini berjalan cepat dan efektif,” ujar Fadli.

Dishub menilai pembangunan kantong-kantong parkir baru sangat mendesak mengingat sempitnya lahan di sepanjang koridor MT Haryono. Sejumlah lokasi potensial telah dipetakan. Dua di antaranya adalah area kosong di kawasan Citra City dan lahan yang berada di sisi gedung CIMB. Dengan keterbatasan ruang yang ada, penyewaan lahan dinilai menjadi langkah paling realistis untuk menghadirkan kantong parkir resmi dalam waktu dekat.

“Kami mempertimbangkan penyewaan lahan yang bisa segera difungsikan. Ini solusi cepat sekaligus efektif untuk menata ulang arus kendaraan,” kata Fadli.

Selain mengurai kemacetan, kehadiran kantong parkir resmi juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Dishub menyebut kesepakatan dengan pemilik lahan tengah difinalisasi dan diharapkan dapat segera diumumkan. Penataan ini dinilai penting untuk menjaga estetika kawasan yang telah ditata ulang menggunakan anggaran besar.

“Kami ingin area yang sudah ditata dengan biaya besar tetap rapi, fungsional, dan tidak kembali semrawut oleh parkir liar,” tegas Fadli.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap langkah penataan parkir ini dapat mengembalikan fungsi jalan, memperlancar mobilitas warga, serta menjaga kenyamanan visual Kota Minyak yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, kawasan MT Haryono diharapkan dapat berkembang menjadi ruang publik yang tertib, aman, dan berkualitas.ADV

Loading