Puskesmas Prapatan Uji Kader Posyandu Lewat Sistem Digital, Siap Hadapi Transformasi Layanan 2026
Portalkaltim.com, Balikpapan – Puskesmas Prapatan Kota Balikpapan mulai bertransformasi menuju sistem pelatihan digital bagi kader posyandu melalui program “25 Keterampilan Kader Posyandu”.
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menuju penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) secara nasional pada 2026.
Sebanyak 15 kader dari lima RT di wilayah kerja Puskesmas Prapatan—RT 9, RT 14, RT 26, RT 28, dan RT 38—mengikuti pembelajaran berbasis digital melalui platform Learning Management System (LMS) sejak 3 November dan akan berakhir pada 16 November 2025.
Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Prapatan, Frisdina Ali Quadita, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan program yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Balikpapan bekerja sama dengan Bapelkes atau Balai Pelatihan Kesehatan Prov Kaltim.
Secara keseluruhan, ada 500 kader dari 27 puskesmas di Balikpapan yang mengikuti pelatihan serupa.
“Hari ini kami melaksanakan ujian praktik dari pelatihan digital 25 keterampilan dasar posyandu. Kader sebelumnya belajar melalui LMS, menonton video, membaca materi, hingga mengikuti pre-test dan post-test,” kata Frisdina, Selasa (11/11/2025).
Ia menyebut, penerapan sistem digital ini merupakan langkah adaptif dalam menghadapi era modern dan memperkuat pelayanan kesehatan primer di masyarakat.

Melalui ILP, posyandu nantinya akan melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia.
“Kalau dulu posyandu identik dengan balita, sekarang cakupannya lebih luas. Semua kelompok usia bisa dilayani di posyandu,” ujarnya.
Dalam ujian praktik yang digelar di Posyandu RT 38, para kader menjalani serangkaian simulasi, seperti lima langkah posyandu, kunjungan rumah, hingga rencana tindak lanjut hasil pembelajaran.
Pelatihan berbasis digital ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader agar lebih mandiri dan profesional dalam memberikan pelayanan langsung di wilayah masing-masing.
“Dengan pelatihan ini, kami ingin kader benar-benar siap menghadapi transformasi posyandu 2026 dan memberikan pelayanan yang lebih dekat serta optimal bagi masyarakat,” tutup Frisdina.ADV
![]()







