Dishub Balikpapan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor untuk Kawasan Tertib Lalu Lintas
Portalkaltim.com, Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan terus menggencarkan upaya menciptakan ketertiban dan keselamatan di jalan raya. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Balikpapan, TNI, Satpol PP, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam penerapan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).
Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Jaringan Transportasi Dishub Balikpapan, Sri Kusrini, menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keteraturan arus kendaraan sekaligus menekan angka pelanggaran lalu lintas. Menurutnya, sinergi antarinstansi tersebut dilakukan secara rutin melalui kegiatan pengawasan, penertiban, hingga sosialisasi langsung kepada masyarakat.
“Pembagian tugas sudah jelas. Satlantas menangani jalur utama dengan volume kendaraan tinggi, sementara Dishub fokus di kawasan lingkungan dan jalan penghubung. Kami ingin memastikan seluruh ruas jalan tetap tertib dan aman,” ujar Sri Kusrini, Selasa (11/11/2025).
Selain pengaturan arus kendaraan, kolaborasi ini juga diwujudkan melalui operasi gabungan di sejumlah titik yang telah ditetapkan sebagai KTL. Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan melakukan penertiban terhadap juru parkir liar, kendaraan yang parkir sembarangan, serta pelanggar rambu lalu lintas.
Bagi pelanggar, petugas memberikan teguran langsung di lokasi. Untuk pelanggaran ringan, Dishub menempelkan stiker peringatan sebagai bentuk edukasi agar pengendara lebih disiplin. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis yang mengedepankan edukasi ketimbang sanksi keras.
Sri Kusrini menambahkan, Dishub bersama jajaran terkait juga terus melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, spanduk, hingga kegiatan masyarakat di tingkat kelurahan. Tujuannya agar kesadaran masyarakat meningkat bahwa ketertiban di jalan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan bagian dari budaya berkendara yang aman dan beretika.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa disiplin berlalu lintas adalah bentuk tanggung jawab bersama. Jika semua pihak berperan aktif, maka potensi kecelakaan dan kemacetan dapat ditekan,” jelasnya.
Melalui pengawasan terpadu dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Dishub menargetkan penerapan KTL di Balikpapan mampu menjadi model penataan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Program ini juga diharapkan memperindah wajah kota serta menciptakan lingkungan transportasi yang lebih nyaman bagi pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, Kota Balikpapan optimistis dapat mewujudkan sistem lalu lintas yang tertib, disiplin, dan berkesinambungan.ADV
![]()










