Kasus Hipertensi dan Diabetes di Teritip Alami Penurunan Selama 2025

Portalkaltim.com, Balikpapan –  Sepanjang tahun 2025, Puskesmas Teritip mencatat perkembangan yang cukup menggembirakan dalam penanganan penyakit tidak menular (PTM) di wilayah kerjanya. Berdasarkan data pelayanan kesehatan primer, terdapat penurunan jumlah kasus hipertensi dan diabetes melitus (DM) bila dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024. Tren ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kronis mulai menunjukkan hasil yang nyata di tengah masyarakat.

Berbagai strategi terus diperkuat oleh Puskesmas Teritip untuk menekan angka PTM, mulai dari pelaksanaan skrining rutin, pemeriksaan berkala bagi masyarakat berisiko, hingga edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan pola makan dan gaya hidup. Pemantauan kesehatan juga dilakukan melalui kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) serta kunjungan lapangan oleh tenaga kesehatan. Langkah-langkah ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) turut menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat. Penyuluhan langsung di lingkungan tempat tinggal warga dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya memeriksa tekanan darah dan kadar gula darah secara rutin. Edukasi ini tidak hanya menitikberatkan pada pencegahan, tetapi juga mendorong kepatuhan masyarakat dalam menjaga kondisi kesehatannya secara mandiri.

Kepala Puskesmas Teritip, dr. Akhmad Irawan, menyebut bahwa tren penurunan ini juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.

“Untuk tren penyakit hipertensi dan DM sepanjang 2025 ini sedikit menurun dibandingkan dengan tahun 2024,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan skrining dan edukasi yang dijalankan selama ini memberikan dampak positif terhadap perilaku kesehatan warga.

“Dengan skrining dan edukasi yang terus kami lakukan, masyarakat jadi lebih sadar pentingnya deteksi dini. Upaya ini diharapkan bisa terus menekan angka kasus hipertensi dan diabetes di tahun-tahun mendatang,” tambah dr. Irawan.

Ke depan, Puskesmas Teritip berkomitmen untuk mempertahankan capaian ini dengan terus mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta menghindari berbagai faktor risiko yang dapat memicu timbulnya penyakit tidak menular. Dengan kerja sama yang kuat antara tenaga kesehatan dan warga, diharapkan tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas kesehatan masyarakat. (YD/ADV)

Loading