Orang Tua Diingatkan Lengkapi Imunisasi Balita hingga 18 Bulan
Portalkaltim.com, Balikpapan – Bidan Suci Astrilia dari Puskesmas Prapatan kembali mengingatkan para orang tua untuk lebih disiplin dalam memantau status imunisasi balita. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini masih ditemukan banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap, bahkan hingga usia 18 bulan. Kondisi tersebut tentu berpotensi menurunkan perlindungan anak terhadap berbagai penyakit berbahaya.
“Kalau dulu, imunisasi lengkap biasanya tercapai di usia 9 bulan. Sekarang berbeda, ada yang masih bolong-bolong sampai 18 bulan,” ungkap Suci. Ia menilai perubahan gaya hidup orang tua, kesibukan pekerjaan, serta kurangnya pemahaman mengenai jadwal imunisasi menjadi salah satu penyebab anak sering terlambat mendapatkan vaksin.
Suci kemudian menjelaskan bahwa imunisasi sebenarnya sudah dimulai sejak bayi lahir. Begitu lahir, bayi langsung mendapatkan suntikan hepatitis B yang diberikan di paha, disertai vaksin polio tetes untuk perlindungan awal. “Selanjutnya, pada usia 1 bulan, bayi disarankan datang ke Puskesmas untuk melanjutkan imunisasi,” ujarnya.
Memasuki usia 2 hingga 4 bulan, bayi perlu menerima imunisasi lanjutan seperti DPT-HB (Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B), polio tetes, dan vaksin rotavirus untuk mencegah diare berat. Semua vaksin ini kemudian diulang pada usia 9 bulan untuk memastikan kekebalan yang terbentuk semakin kuat. Ia menegaskan bahwa setiap jenis vaksin memiliki jadwal dan dosis yang tidak boleh dilewatkan.
Menurut Suci, keteraturan imunisasi tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga membantu membentuk kekebalan kelompok. Ia berharap orang tua dapat lebih proaktif memeriksa buku KIA anak dan datang ke Puskesmas apabila ada jadwal imunisasi yang belum dipenuhi.
“Imunisasi lengkap adalah investasi kesehatan jangka panjang. Dengan menjaganya, kita ikut memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal dan mereka terlindungi dari penyakit serius,” pungkasnya. ADV
![]()










