Kader Posyandu Jadi Ujung Tombak Pemantauan Gizi Anak di Teritip
Portalkaltim.com, Balikpapan – Kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Teritip memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak, khususnya pada kelompok balita. Keberadaan mereka tidak hanya sebagai relawan, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memastikan pelayanan dasar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif kader, pemantauan status gizi anak dapat dilakukan secara rutin dan lebih terarah.
Setiap bulan, para kader terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Mereka membantu mengorganisir kegiatan, mengajak para orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke lokasi posyandu, serta mendampingi proses penimbangan dan pencatatan data tumbuh kembang balita. Peran ini sangat penting dalam memastikan setiap anak tercatat kondisinya dan mendapatkan layanan kesehatan dasar yang dibutuhkan sejak dini.
Kepala Puskesmas Teritip, dr. Akhmad Irawan, menegaskan bahwa keberadaan kader sangat membantu tugas-tugas tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas.
“Kader posyandu berperan membantu tenaga kesehatan melaksanakan kegiatan posyandu dan memantau tumbuh kembang anak,” ujar dr. Irawan.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin di posyandu, para kader juga terlibat dalam program kunjungan rumah bersama petugas puskesmas. Melalui kegiatan tersebut, mereka berupaya memastikan bahwa balita yang terindikasi mengalami risiko gizi buruk atau kurang gizi tetap mendapatkan perhatian khusus dan tindak lanjut yang tepat. Pendekatan ini membuat pemantauan lebih menyeluruh, karena menjangkau anak-anak yang mungkin tidak selalu hadir di posyandu.
Selain itu, kader juga memiliki peran penting dalam penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang membutuhkan asupan gizi tambahan.
“Para kader turut mengantarkan PMT bagi balita yang teridentifikasi memiliki masalah gizi agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi,” jelasnya.
Seluruh upaya yang dilakukan para kader tersebut menjadi salah satu faktor utama keberhasilan program gizi di wilayah Puskesmas Teritip. Dengan keterlibatan mereka, layanan kesehatan mampu menjangkau lebih banyak keluarga, khususnya yang memiliki balita dengan kebutuhan khusus dalam hal pemenuhan gizi.
“Kami sangat terbantu oleh peran kader dalam pemantauan gizi dan pendampingan keluarga yang memiliki balita,” tutup dr. Irawan.
Melalui kerja sama yang solid antara kader, tenaga kesehatan, dan keluarga, diharapkan kualitas kesehatan balita di wilayah Teritip dapat terus meningkat sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. (YD/ADV)
![]()










