Puskesmas Teritip Dorong Penguatan Sistem Keselamatan Kerja di Fasilitas Publik
Portalkaltim.com, Balikpapan – Puskesmas Teritip terus mendorong peningkatan sistem keselamatan kerja di berbagai fasilitas publik. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi seluruh karyawan Puskesmas Teritip, Balikpapan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tanggap terhadap potensi kebakaran. Tidak hanya tenaga pemadam internal, seluruh pegawai dilatih untuk dapat mengoperasikan APAR agar bisa bertindak cepat saat situasi darurat terjadi.
Pelatihan ini juga menjadi bentuk implementasi standar akreditasi yang menekankan pentingnya budaya keselamatan di fasilitas kesehatan. Dengan pembekalan keterampilan ini, setiap tenaga medis diharapkan mampu menjaga keamanan diri, pasien, serta aset puskesmas.
Kegiatan pelatihan diawali dengan simulasi langsung di lapangan. Pegawai diberikan panduan teknis mengenai cara menggunakan APAR secara tepat, termasuk prosedur mengidentifikasi sumber api dan langkah pemadaman dini.
dr. Maman Wijaya, dokter umum Puskesmas Teritip sekaligus instruktur kegiatan, mengatakan simulasi ini dirancang agar seluruh karyawan memahami langkah dasar menghadapi kebakaran tanpa menunggu bantuan eksternal.
“Siapa saja karyawan harus bisa menggunakan APAR, karena bisa saja kebakaran terjadi besar dan memerlukan bantuan seluruh pegawai,” jelasnya saat diwawancarai awak media usai pelatihan kesiapsiagaan bencana lewat simulasi kebakaran di Jalan Pendidikan, Balikpapan, pada Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, keterampilan ini menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan fasilitas publik dalam melindungi keselamatan masyarakat. Ia menilai, pelatihan semacam ini perlu dilakukan rutin agar tidak hanya sebatas formalitas akreditasi.
Dengan kebiasaan latihan yang berkelanjutan, para tenaga medis diharapkan dapat lebih sigap dan terkoordinasi dalam menghadapi risiko darurat di lingkungan kerja.
“Pelatihan seperti ini membentuk budaya tanggap bencana di fasilitas publik, agar tenaga kesehatan tidak panik dan dapat bertindak cepat menyelamatkan pasien,” ujar dr. Maman. (YD/ADV)
![]()










