Portalkaltim.com, Balikpapan – Petugas Posyandu Kencana RT 34 sering menghadapi tantangan ketika balita tidak hadir pada jadwal pelayanan. Untuk memastikan seluruh anak tetap mendapatkan pemeriksaan, bidan dan kader Posyandu harus melakukan upaya “jemput bola” dengan mendatangi rumah warga satu per satu. Langkah ini dilakukan agar imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi kesehatan tetap berjalan meskipun anak tidak datang ke Posyandu.
Bidan Yunita, selaku pembina Posyandu, menjelaskan bahwa waktu operasional Posyandu terbatas sehingga tidak mungkin menunggu kehadiran balita sepanjang hari. “Kita tidak bisa seharian penuh di Posyandu. Kadang ada balita yang tidak datang, jadi kami harus jemput bola ke rumah anak-anak,” ujarnya. Menurutnya, kunjungan ke rumah biasanya dilakukan saat cuaca mendukung dan jumlah balita yang absen tidak terlalu banyak agar pelayanan tetap efektif.
Meski memerlukan tenaga ekstra, langkah jemput bola dianggap penting untuk menjaga cakupan layanan kesehatan di wilayah tersebut. Posyandu Kencana RT 34 sendiri memiliki jadwal rutin bulanan, namun cuaca dan kesibukan orang tua sering menjadi hambatan sehingga beberapa balita tidak dapat hadir tepat waktu.
Yunita menekankan, kerja sama orang tua sangat diperlukan agar program Posyandu berjalan lancar. “Kalau orang tua proaktif membawa anak, tentu lebih mudah. Tapi bila tidak, kami tidak bisa tinggal diam,” jelasnya. Ia berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga semua balita dapat memperoleh imunisasi dan pemeriksaan pertumbuhan tanpa harus selalu ditemui melalui program jemput bola. “Harapannya, Posyandu dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya. ADV










