Puskesmas Lamaru Naikkan Angka Bebas Jentik hingga 89 Persen Lewat Kolaborasi

Portalkaltim.com, Balikpapan – Puskesmas Lamaru mencatat keberhasilan signifikan dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan peningkatan angka bebas jentik (ABJ).

Melalui kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, capaian ABJ meningkat dari semula 83 persen menjadi 89 persen pada tahun 2025.

Peningkatan ini dianggap cukup besar karena mencakup seluruh wilayah kerja dan menunjukkan efektivitas strategi edukasi yang diterapkan.

Kepala Puskesmas Lamaru dr Isdiawati, M.A.R.S. menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pendekatan kolaboratif dan promosi kesehatan yang berkelanjutan.

Menurutnya, program bebas jentik bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan sosial yang menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Terkait promosi dan edukasi kesehatan masyarakat, bentuk kampanye yang berhasil salah satunya adalah program bebas jentik. Indikator jentik meningkat dari sekitar 83 menjadi 89 setelah intervensi promosi dan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Lamaru tidak bekerja sendiri. Program ini didukung oleh sekolah, tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berperan aktif dalam penyebaran pesan kesehatan melalui kegiatan lapangan, penyuluhan, dan aksi gotong royong di lingkungan masing-masing.

“Selain sekolah, tokoh masyarakat dan LSM juga dilibatkan secara aktif. Mereka berperan penting dalam kampanye peningkatan angka bebas jentik (ABJ) melalui kegiatan lapangan dan penyuluhan di lingkungan masing-masing,” tutur Isdiawati.

Puskesmas juga secara rutin mengundang perwakilan lintas sektor untuk berpartisipasi dalam pertemuan koordinasi.

Setiap pihak diberikan peran sesuai kapasitasnya, sekolah berperan dalam edukasi anak-anak, tokoh masyarakat menggerakkan warga di tingkat RT/RW, dan LSM memperkuat kampanye kesehatan berbasis komunitas.

Dampak dari kerja sama ini mulai terlihat nyata di lapangan. Warga kini aktif melakukan pembersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air, dan melakukan pelaporan melalui grup-grup komunikasi warga.

Perubahan perilaku ini menjadi indikator bahwa masyarakat telah memiliki kesadaran mandiri dalam mencegah penyebaran penyakit demam berdarah.

Isdiawati menegaskan bahwa peningkatan capaian ABJ hingga 89 persen merupakan bukti bahwa promosi kesehatan yang konsisten dan berbasis partisipasi publik dapat menciptakan hasil nyata.

Ke depan, Puskesmas Lamaru akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempertahankan pola kerja kolaboratif agar wilayahnya benar-benar terbebas dari jentik dan penyakit berbasis lingkungan.(SH/ADV)

Loading