Cerita di Balik Jarum Suntik: Bidan Tangani Anak SLB dengan Kesabaran
Portalkaltim.com, Balikpapan -Beberapa anak tampak menatap jarum suntik dengan rasa cemas, sementara sebagian lainnya memilih menutup mata rapat-rapat sambil digenggam gurunya. Di tengah suasana riuh itu, Bidan Gustin Rahayu tetap tersenyum lembut, menenangkan mereka satu per satu dengan kalimat sederhana yang membuat anak-anak merasa lebih aman.
Suasana tersebut mewarnai pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar di SLB Dharma Kencana, Balikpapan Kota, Jumat (7/11/2025). Kegiatan ini menjadi momen penting karena menyasar anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendekatan berbeda agar proses imunisasi berjalan lancar.
Didampingi dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Telaga Sari, Gustin menjalankan tugas dengan penuh kesabaran. Ia memahami bahwa setiap anak memiliki karakter unik. “Anak-anak SLB punya karakter berbeda, jadi perlu pendekatan yang menenangkan,” ujarnya.
Sebelum kegiatan berlangsung, pihak sekolah telah membantu memberi pemahaman baik kepada murid maupun orang tua. Sosialisasi tersebut dilakukan agar anak-anak lebih siap dan tidak merasa takut ketika imunisasi dimulai. Hasilnya cukup efektif. Walaupun ada beberapa anak yang awalnya menolak atau menunjukkan reaksi panik, perlahan mereka dapat ditenangkan, hingga akhirnya seluruh peserta dapat menerima imunisasi dengan baik.
Gustin menegaskan bahwa imunisasi bukan sekadar tindakan medis, melainkan bentuk perlindungan jangka panjang bagi kesehatan anak. Melalui BIAS, pemerintah berupaya mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta memastikan seluruh anak termasuk yang berkebutuhan khusus mendapat hak kesehatan secara setara.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan, agar kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk di lingkungan sekolah. “Imunisasi adalah upaya menjaga masa depan anak-anak,” katanya.
Program BIAS di SLB Dharma Kencana pun menjadi gambaran komitmen bersama untuk menghadirkan generasi yang lebih sehat dan terlindungi. ADV
![]()










