BAZNAS Kawal Bantuan Kemanusiaan Palestina, 70 Kontainer Telah Masuk ke Mesir
Portalkaltim.com, Kutai Timur — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mengawal bantuan kemanusiaan untuk Negara Palestina. Untuk saat ini, sebanyak 70 kontainer bantuan dari Indonesia telah berada di Pelabuhan El Arish Mesir dan relawan Indonesia dijadwalkan masuk ke Gaza dalam waktu yang dekat, setelah nantinya memperoleh izin dari otoritas terkait.
“Relawan kita sudah akan masuk ke Gaza karena sudah ada izin untuk masuk ke sana. Dan ada 70 kontainer bantuan Indonesia sudah berada di El Arish,” ucap Pimpinan Koordinasi Nasional BAZNAS Republik Indonesia (RI) Achmad Sudrajat saat menyampaikan laporan pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (27/7/2025.

BAZNAZ yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) Palestina di bawah koordinasi Presiden RI bersama Kementerian Luar Negeri dan pihak keamanan Mesir, terus memperkuat jalur distribusi bantuan agar tepat sasaran.
Koordinasi intensif terus dilakukan terhadap pihak Mesir, bahkan dengan pihak Mukhabarat (intelijen) Mesir demi kelancaran pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.
Tragedi kemanusiaan pun tak luput dari perhatian Baznas. Achmad mengungkapkan seorang relawan wanita asal Indonesia yang gugur saat membagikan makanan kepada warga Gaza.
“Itu masyarakat Gaza berbaris dengan didampingi relawan kita, yakni seorang wanita yang sedang hamil. Semua yang sedang antre pada saat itu ditembaki oleh pasukan Israel. Tidak ada satu pun yang selamat atas kejadian tersebut, termasuk relawan kami,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pasukan udara Indonesia sempat berhasil menembus wilayah Gaza melalui kerja sama dengan pasukan Yordania, sehingga dapat memberikan bantuan melalui jalur udara.
“Pasukan inti Yordania itu dilatih oleh pasukan Kopassus Indonesia. Inilah keistimewaan hubungan militer kita yang memungkinkan bantuan bisa masuk meskipun sangat terbatas,” jelasnya.
Dalam upaya memastikan penyaluran bantuan berjalan aman dan tepat sasaran, BAZNAS menyalurkan bantuan hanya melalui jalur resmi dan satu pintu.
“Jangan sampai bantuan disalurkan ke kelompok tak dikenal. Di Gaza, ada 73 kelompok di bawah tanah. Ini sangat berisiko,” ujarnya.
BAZNAS bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, lembaga hukum, dan organisasi internasional untuk menjamin keamanan dan efektivitas distribusi bantuan. Pendekatan ini penting untuk menjawab keraguan masyarakat terkait ke mana arah donasi kemanusiaan disalurkan.
Terakhir, dirinya juga menyampaikan bahwa penguatan zakat di tingkat nasional turut menopang diplomasi kemanusiaan Indonesia.
“Zakat bukan hanya untuk Indonesia, tapi sudah menjadi instrumen global untuk menunjukkan kekuatan solidaritas umat,” pungkasnya. (TS)
![]()







