Mahyunadi Dukung Program Desa Cantik 2025: Dorong Penguatan Data di Tingkat Desa
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendukung Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2025 yang digagas oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim serta Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim.
Mahyunadi menyampaikan bahwa data bukan hanya sekadar angka, melainkan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Program Desa Cantik ini hadir sebagai solusi untuk meningkatkan literasi terhadap statistik, memperkuat tata kelola data, dan membangun budaya data yang partisipatif serta berkelanjutan di tingkat desa,” jelas Mahyunadi dalam sambutannya di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim.

Program ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan data desa yang selama ini masih belum sinkron dengan data yang dimiliki BPS.
“Banyak data di lapangan yang belum sesuai dengan yang dimiliki oleh BPS. Ini bisa jadi karena lemahnya asupan data dari desa. Oleh Karena itu, sinergi antara desa dan BPS sangatlah penting,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyinggung keterbatasan infrastruktur digital di pelosok desa-desa terpencil yang menjadi tantangan besar dalam pembangunan sistem data yang akurat dan menyeluruh.
“Kalau desa seperti di Singa Gembara itu gampang, karena listrik, internet, dan perangkat seperti komputer itu tersedia. Akan tetapi, ini berbanding terbalik dengan desa-desa yang ada di pelosok, ini sebuah tantangan yang besar,” ungkapnya.
Untuk saat ini, fokus program tersebut akan berfokus pada satu desa tiap tahunnya dan desa Singa Gembara terpilih menjadi fokus pada Program Desa Cantik pada tahun ini.
Dirinya juga berharap agar program ini dapat menjangkau lebih banyak desa agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan cepat.
“Kalau untuk saat ini hanya satu desa per tahun, kita butuh seratus tahun untuk menjangkau semua desa di Kutim ini,” ujarnya.
Terakhir, pria yang tergabung dalam Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim memiliki komitmen penuh untuk mendukung program-program strategis berbasis data, termasuk dengan melengkapi infrastruktur digital yang berada di seluruh desa Kutim.
“Kami ingin desa menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan itu memerlukan dukungan data yang kuat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (TS)
![]()







