Kerusuhan Batu Kajang Jadi Alarm Sosial, DPRD Kaltim Desak Penanganan Sistemik
Portakaltim.com, Samarinda – Gejolak sosial di Batu Kajang yang dipicu oleh akses jalan rusak dan ketidakjelasan regulasi menunjukkan bahwa permasalahan infrastruktur tak bisa dipandang sebelah mata. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menyatakan keprihatinannya atas situasi yang terus berulang tanpa solusi konkret dari pemerintah.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jangan sampai muncul demonstrasi dan keributan yang makin meluas,” ujar Yenni.
Menurutnya, ketegangan di lapangan tidak hanya dipicu oleh kondisi jalan yang membahayakan, tetapi juga oleh absennya kepastian hukum terkait penggunaan jalan oleh masyarakat. Hal ini menciptakan ruang bagi informasi simpang siur dan potensi fitnah yang mengganggu stabilitas sosial.
“Sekarang sudah banyak sekali informasi simpang siur yang menyebar di masyarakat, bahkan sampai menimbulkan fitnah,” tegasnya.
Yenni menyoroti bahwa bukan hanya warga yang terlibat dalam aksi protes, tetapi juga para sopir truk yang kehilangan pendapatan saat akses jalan terganggu. Ini menunjukkan bahwa dampaknya menjalar hingga ke sektor ekonomi rumah tangga.
“Bahkan yang turun ke jalan itu bukan hanya warga, tapi juga para sopir truk. Mereka ikut demo karena merasa penghasilan mereka terganggu,” jelasnya.
Ia mengingatkan, saat truk tidak bisa melintas dan aktivitas ekonomi warga terganggu, masalah sosial akan makin membesar. Apalagi jika tidak ada komunikasi yang terbuka dari pemerintah dan perusahaan.
“Kalau truk dilarang lewat dan mereka tidak bisa bekerja, otomatis dapur mereka juga terganggu,” tambahnya.
Yenni menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan untuk menyelesaikan konflik secara adil. Ia juga mendorong agar aturan resmi segera diterbitkan sebagai pegangan bersama dalam pemanfaatan jalan perusahaan.
![]()










