Pemkab Kutim Adakan Gebyar Koperasi dan UMKM, Bangkitkan Ekonomi ke Kancah Internasional

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman

Portalkaltim.com, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) menggelar Gebyar Koperasi dan UKM Expo Kutim 2025 di alun-alun Bukit Pelangi pada Sabtu (28/6/2025).

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memajukan ekonomi masyarakat terkhususnya para pelaku koperasi dan UMKM yang ada di Kutim.

Tidak lupa, dirinya turut mengungkapkan bahwa jumlah koperasi yang ada di Kutim kian bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

“Tahun depan kemungkinan akan bertambah lagi menjadi 141 koperasi, yaitu Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan kewajiban setiap desa untuk membangun Koperasi Merah Putih” ungkap Ardiansyah saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Gebyar Koperasi dan UKM Expo Kutim.

Ia menjelaskan bahwa koperasi merupakan tonggak perekonomian Negara Republik Indonesia (RI) dan menjadi salah satu barometer peningkatan dan pertumbuhan ekonomi bersama dengan para pelaku UMKM.

Kegiatan tersebut dinilai penting untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam berkreasi dan memproduksi beragam produk, baik kuliner maupun kerajinan, serta menjadi ajang bertukar ide dan inovasi antar pelaku usaha.

Suasana Gebyar Koperasi & Expo UMKM melalui kanal YouTube Kominfo Kutim
Suasana Gebyar Koperasi & Expo UMKM melalui kanal YouTube Kominfo Kutim

“Oleh karena itu, ini adalah kesempatan yang baik, terutama bagi saudara-saudari dan tenant-tenant yang hadir, selain dari kegiatan ini dapat dijadikan ajang untuk dapat saling bertukar pikiran untuk menambah wawasan dan menimbulkan semangat untuk memproduksi suatu produk,” ucapnya.

Selain itu, beberapa produk UMKM Kutim selama kurang lebih tiga tahun ini telah tembus ke pasar global, termasuk negara di benua Eropa dan Asia. Seperti Belgium, Australia, China, Singapura dan tidak lama lagi amplang batubara khas Kutim akan segera diekspor ke negara tetangga, yaitu negara Malaysia.

“Ini murni amplang batubara yang langsung diproduksi oleh UMKM yang ada di Kecamatan Sangata Utara. Terima kasih kepada pelaku UMKM. Meskipun dari sisi agregat masih kecil. Tidak apa-apa, yang penting kita maju” tuturnya.

Tidak hanya sampai di situ, ia terus Menggencarkan promosi produk unggulan Kutim yaitu batik Wakaroros yang akan diperagakan oleh para peraga busana yang terkenal di ibukota Kutim tersebut.

Disamping itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Heni Purwaningsih yang mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyambut dengan baik serta memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Disperindagkop UKM Provinsi Kaltim Heni Purwaningsih
Disperindagkop UKM Provinsi Kaltim Heni Purwaningsih

“Ini bukan sekedar Expo, tapi juga merupakan wujud nyata semangat kita bersama dalam mengangkat ekonomi kerakyatan, ekonomi yang tumbuh dari bawah, dari rakyat untuk rakyat,” tegas Heni dalam sambutannya.

Heni menjelaskan bahwa UMKM dan koperasi adalah tulang punggung ekonomi daerah yang kuat, tangguh dan terbukti mampu bertahan bahkan saat krisis melanda. Akan tetapi, ketangguhan tersebut bukanlah sebuah akhir, melainkan tangga menuju kesuksesan yang lebih besar.

Ia juga menjelaskan bahwa UMKM dan koperasi merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang tangguh dan terbukti mampu bertahan bahkan di saat krisis. Namun, dirinya menekankan bahwa ketangguhan tersebut bukanlah akhir, melainkan langkah menuju kesuksesan yang lebih besar.

“Kita harus dorong inovasi, kolaborasi, dan pastikan produk UMKM Kutim serta Kaltim punya daya saing yang setara dengan produk luar negeri. UMKM kita harus jadi tuan rumah di negeri sendiri dan menembus pasar nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Pemprov Kaltim berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan koperasi dan UMKM melalui berbagai program-program strategis, seperti pelatihan, bantuan modal, pendampingan usaha, serta kemudahan akses pasar dan teknologi.

Terakhir, Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutim mengajak semua pihak untuk terus bersinergi, menjadikan Kutim sebagai contoh sukses dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui kegiatan yang diadakan tersebut. (TS)

Loading