Dispora Kaltim Siapkan Generasi Muda Tangani Fardu Kifayah

Hasbar, Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim.

Portalkaltim.com, Samarinda – Di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mengambil langkah tak biasa: memperkenalkan pelatihan fardu kifayah bagi kalangan pemuda. Program ini ditujukan untuk membekali mereka dengan keterampilan penting dalam merawat jenazah secara syar’i, mulai dari memandikan, mengafani, hingga menyolatkan.

Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga panggilan sosial yang kian jarang dijalankan oleh anak muda masa kini. Hal itu diungkapkan oleh Hasbar, Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim.

“Realitanya, tugas merawat jenazah lebih banyak ditangani oleh orang tua atau lansia. Generasi muda nyaris tidak terlibat. Padahal, ini kewajiban kolektif yang seharusnya juga mereka pahami,” ujarnya.

Menurut Hasbar, pelatihan ini bertujuan menanamkan kepedulian sosial dan spiritual sejak dini. Ia menilai penting bagi pemuda untuk mampu menangani urusan fardu kifayah di lingkungan mereka sendiri, terutama di wilayah pedesaan yang akses terhadap petugas pemulasaraan jenazah sangat terbatas.

“Biasanya petugas hanya tersedia di masjid besar atau rumah sakit. Di kampung-kampung, sering kali tidak ada yang tahu cara memandikan jenazah. Melalui pelatihan ini, kami harap mereka bisa mandiri dan sigap saat dibutuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara praktik langsung agar para peserta benar-benar menguasai prosedur fardu kifayah, tidak hanya secara teori. Ini menjadi bekal berharga, terutama dalam situasi darurat saat keluarga atau tetangga mengalami musibah kematian.

“Ini bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga keberanian dan ketulusan hati. Karena mengurus jenazah adalah ibadah sekaligus bentuk kepedulian antarsesama,” tambah Hasbar.

Dispora Kaltim menargetkan pelatihan ini akan menjangkau pemuda dari berbagai daerah, termasuk kawasan terpencil. Harapannya, pelatihan ini mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

“Semoga dengan program ini, pemuda Kaltim dapat menjadi pribadi yang lebih peduli dan siap membantu masyarakat, tak hanya dalam kegiatan olahraga, tapi juga dalam urusan kemanusiaan,” tutupnya.

Loading