Seno Aji Akui Ketimpangan Pendidikan di 3T Masih Jadi PR Berat
Portalkaltim.com, Samarinda – Persoalan pemerataan pendidikan dan tenaga pendidik di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali diangkat ke permukaan.
Masukan tajam dari anggota legislatif Fraksi Golkar, Gerindra, PKB, Demokrat, PKS, dan Nasdem menyoroti ketimpangan pendidikan, khususnya di wilayah 3T: terluar, terdepan, dan tertinggal.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji tak menampik bahwa distribusi guru dan ketersediaan fasilitas pendidikan di sejumlah daerah masih belum ideal.
Ia mengakui beberapa daerah, seperti Kutai Barat, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu masih menghadapi krisis tenaga pengajar hingga saat ini.
“Kami akan mulai mendistribusikan kembali guru-guru ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan. Ini menjadi fokus kami,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Senin (24/6/2025), di Gedung B DPRD Kaltim, Samarinda.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tak hanya berfokus pada penempatan guru, tetapi juga pada peningkatan mutu mereka.
Pelatihan berkala, sertifikasi, hingga kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kerja (LPTK) dan Gerakan Bersama Membangun Mutu (GBMB), diungkapkan Seno akan dioptimalkan sebagai upaya strategis membangun pendidikan berkualitas.
Wakil DPRD Kaltim 2019-2024 itu menambahkan, kekosongan guru selama ini terjadi akibat pensiun massal dan mutasi dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Untuk menutup celah tersebut, Pemprov Kaltim sementara ini memanfaatkan guru pengganti dengan dukungan dana dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) daerah.
Tak hanya itu, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan juga disiapkan menyeluruh agar sesuai standar nasional.
Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, upaya ini dilakukan untuk memastikan anak-anak di pelosok Kaltim memiliki hak belajar yang sama dengan di kota.
“Pendidikan adalah hak dasar, tidak boleh ada perbedaan antara anak di kota dan di kampung,” pungkasnya. (SH)
![]()







