Stunting Bukan Soal Ekonomi, Siti Robiah Soroti Pola Asuh Anak di Kutim

Ketua PT PKK sekaligus selaku OTA Genting Siti Robiah

Portalkaltim.com, Kutai Timur — Dalam mencegah stunting yang masih menjadi permasalahan utama di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) memberikan bantuan berupa Pemberian Tambahan Makanan (PTM) pada Senin (16/6/2025).

Kegiatan PTM yang diselenggarakan di Gang Barito Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara itu akan berlangsung selama 6 bulan. Makanan yang diberikan pun sudah sesuai acuan dari ahli gizi dan ketika kegiatan tersebut berlangsung, PTM yang diberikan berjumlah 10 paket, 8 untuk anak-anak dan 2 untuk ibu hamil (bumil).

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sekaligus selaku Orang Tua Asuh Cegah Tunting (OTA Genting) Siti Robiah menyampaikan bahwa stunting dapat terjadi dikarenakan pola asuh yang kurang tepat. Banyak para orang tua yang tidak memikirkan nutrisi pada makanan sang anak dan hanya menuruti keinginan sang anak.

“Stunting ini bukan tentang masalah ekonomi, akan tetapi pola asuh orang tua terhadap anaknya yang kurang baik. Anaknya tidak ingin makan itu bisa dibiarkan saja oleh orang tuanya. Anaknya hanya ingin makan mie instan itu diturutin saja. Padahal mie tidak bergizi,” tegas Robiah saat diwawancarai oleh awak media.

Para orang tua seharusnya memberikan asupan yang bergizi kepada sang anak seperti telur, ikan, ayam, tempe, tahu sebagai asupan protein utama.

Selain itu, dirinya juga memberikan sosialisasi kepada para orang tua mengenai kesehatan terhadap anak dan gerakan Keluarga Berencana (KB).

“Kalau saya sebenarnya lebih suka memberikan edukasi kepada para orang tua. Kemungkinan para orang tua banyak yang belum tahu apa saja yang saya sampaikan. Seperti mengapa para orang tua tidak boleh merokok di dalam rumah,” jelasnya.

Ia mengatakan hal tersebut lantaran banyak para anak yang terkena paparan asap rokok khususnya dari sang ayah sendiri. Dampak dari asap rokok sendiri ialah serangan asma, masalah paru–paru, infeksi tenggorokan dan mata.

Terakhir, istri dari Bupati Kutim tersebut juga menjelaskan bahwa Pemkab Kutim mengupayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui berbagai program. Salah satunya adalah transformasi besar-besaran pada Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang kini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan untuk para ibu dan anaknya saja , tetapi juga lima bidang lain: pendidikan, perumahan, infrastruktur, sosial, dan keamanan.

“Posyandu sekarang bukan hanya soal balita dan ibunya saja. Tetapi dari balita hingga lansia. Kalau ada anak yang tidak sekolah, itu bisa dilaporkan ke Posyandu. Begitu pula soal rumah yang tidak layak huni, akan diteruskan ke Dinas Perkim agar bisa dibantu,” pungkasnya. (TS)

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7