Jangan Sekadar Seremoni, Darlis Ingatkan Pancasila Harus Dihidupi di Era Globalisasi

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi saat hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Portalkaltim.com, Samarinda – Pancasila bukan sekadar teks normatif dalam pembukaan UUD 1945. Bagi Anggota DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, Pancasila adalah pedoman hidup yang seharusnya mengakar dalam tindakan nyata, terlebih di tengah derasnya pengaruh budaya global yang dapat menggeser nilai-nilai asli bangsa.

Penegasan ini disampaikan Darlis saat mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Halaman Parkir Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Minggu (1/6/2025). Dalam suasana yang penuh khidmat, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjadikan Pancasila bukan hanya simbol negara, tetapi sebagai landasan berpikir dan bertindak.

“Ditengah arus globalisasi yang semakin tak terbendung, dimana budaya luar begitu masif masuk ke negara kita, maka nilai-nilai luhur pancasila harus dijunjung tinggi. Bagaimanapun juga kita harus mengakui sebagaimana pengakuan dunia, berkat pancasila menjadi perekat negara,” terangnya.

Secara teoritis, masuknya budaya asing dalam konteks globalisasi dapat menimbulkan ancaman identitas nasional. Ilmuwan sosial menyebut fenomena ini sebagai ‘cultural imperialism’, yakni dominasi budaya luar yang berpotensi melemahkan jati diri bangsa bila tidak disertai dengan mekanisme pertahanan ideologis seperti penguatan nilai-nilai Pancasila.

Darlis menyadari bahwa Pancasila tidak hanya relevan sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai alat pemersatu dalam keberagaman. Dengan kelima silanya, Pancasila mencakup nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang secara universal dapat diadopsi namun tetap mencerminkan identitas Indonesia.

Dalam pendekatan pendidikan kewarganegaraan atau ‘civic education’, nilai-nilai Pancasila harus diajarkan bukan hanya sebagai hafalan, tetapi sebagai praktik kehidupan. Hal ini mencakup partisipasi aktif dalam masyarakat, toleransi antarumat beragama, dan keadilan dalam kehidupan sosial—semua itu merupakan turunan langsung dari sila-sila dalam Pancasila.

Darlis juga menyoroti pentingnya membumikan Pancasila di level masyarakat paling dasar, seperti keluarga dan sekolah. Ia meyakini bahwa jika nilai-nilai ini ditanamkan sejak dini dan diterapkan secara konsisten, maka bangsa Indonesia akan memiliki imunitas moral terhadap krisis identitas di tengah gempuran budaya asing.

Peringatan Hari Lahir Pancasila, menurut Darlis, seharusnya tidak berhenti pada rutinitas upacara. Ia menekankan agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya benar-benar diinternalisasi dan diwujudkan dalam sikap sehari-hari oleh semua warga negara, dari pemimpin hingga rakyat biasa, sebagai cara menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.