Pray For Samarinda Bergema, Warga Ungkap Tak Puas Atas Sikap Pemkot
Portalkaltim.com, Samarinda – Hujan deras sejak dini hari pada Selasa (27/5/2025) lalu, diungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) menjadi penyebab banjir di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso menjelaskan bahwa tingginya curah hujan tinggi yang mencapai 83 mm epr detik itulah yang mengakibatkan genangan air hingga melalap beberapa rumah di Samarinda.
“Genangan air dengan ketinggian 50 hingga 100 cm tercatat melanda beberapa titik, terutama di kawasan dataran rendah hingga menengah seperti Kecamatan Samarinda Utara, Palaran, Sambutan, dan Samarinda Ilir,” jelasnya.
Pernyataan ini diunggah berbagai platform media, salah satunya media sosial guna mengimbau warga berhati-hati dan dapat meminta bantuan melalui BPBD apabila diperlukan evakuasi.
Tetapi, nampak banyak warganet Samarinda tak puas dengan informasi tersebut. Dari akun Instagram @samarindaetam yang memposting jawaban Pemkot Samarinda tentang penyebab banjir terparah kedua di bulan Mei ini.
“Pemkot Samarinda nyatakan penyebab banjir besar hari ini karena air sungai pasang dan curah hujan tinggi,” tulis akun tersebut yang telah disukai 5.484 kali.
Dikomentari hingga 627, dominasi dari warganet merasa curah hujan tinggi dan pasangnya air sungai, tidaklah begitu penting disebutkan karena banyak dari mereka yang sudah mengetahui hal tersebut. Ada pula yang beranggapan bahwa pernyataan pemkot hanya sibuk mengomentari alam tanpa perubahan besar.
“Tau ay, siapa jua yang bilang air zam zam? Maksud kami tangani, bukan cuma dari faktornya (yang disampaikan),” tulis @nanaa.shna geram.
Banyak juga yang merasa bahwa penyebab utama bukanlah faktor curah hujan tinggi dan pasangnya air Sungai Mahakam, melainkan kurangnya tanah resapan akibat deforestasi besar-besaran serta aktivitas tambang liar di wilayah sekitar.
“Please, berarti nggak ada tim yang turun langsung ke daerah utara? Sampai keluar statement kayak gitu? Banjir ini karena pembukaan lahan dan tambang bejibun titik mau data? Fakta? Atau visual drone? Ada semua ini,” tantang @firman_kurnia_the_project.
Tak sedikit warga yang menilai tindakan pemkot dengan pernyataan tersebut tidak membuahkan hasil apa-apa dan hanya sekedar cara sederhana menenangkan situasi.
Walau banjir di Samarinda memang kerap terjadi, masyarakat berharap pemkot tidak hanya sekadar menulis sebuah penyebab. Mereka lebih ingin solusi nyata agar tak ada lagi rumah yang terendam.
Demi solidaritas warganet menggemakan tagar #PrayForSamarinda dan berharap musibah banjir ini dapat segera berakhir. (SH)
![]()








