Dispora Kaltim Lakukan Refocusing Anggaran: Prioritas Atlet Muda dan Penguatan Kepemudaan Tetap Jalan

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma

Portalkaltim.com, Samarinda – Dalam situasi fiskal yang menuntut efisiensi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur memilih langkah realistis: memangkas kegiatan non-esensial demi menjaga kualitas pelayanan pada sektor inti.

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, mengungkapkan bahwa sejumlah alokasi anggaran untuk kegiatan seperti perjalanan dinas dan rapat di luar kantor telah dirasionalisasi.

“Penyesuaian ini bukan pemangkasan serampangan. Kami mengalihkan anggaran dari kegiatan yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan utama,” ujar Agus kepada media, Kamis (22/5/2025).

Kebijakan ini selaras dengan semangat reformasi birokrasi dan tata kelola anggaran yang akuntabel. Di tengah tantangan fiskal, langkah ini dinilai penting untuk memastikan efektivitas setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah daerah.

Meskipun dilakukan efisiensi, komitmen Dispora terhadap pengembangan olahraga dan kepemudaan tidak berkurang. Pembinaan atlet tetap menjadi prioritas utama, dengan fokus pada event lokal maupun nasional seperti POPDA, PORPROV, dan POPNAS.

Dispora juga memastikan ajang tahunan seperti Piala Gubernur Kaltim tetap digelar sebagai wadah kompetisi dan pencarian bibit unggul.

“Fokus kami adalah konsistensi pembinaan atlet dan menjaga momentum prestasi olahraga daerah. Itu tidak akan terganggu,” tegas Agus.

Dispora Kaltim diketahui mengelola berbagai program strategis dalam pengembangan pemuda, seperti pelatihan kepemimpinan, penguatan organisasi kepemudaan, hingga pelatihan keterampilan berbasis teknologi.

Menurut Agus, efisiensi ini justru membuka ruang evaluasi terhadap program-program yang selama ini dinilai kurang berdampak.

“Evaluasi adalah bagian dari komitmen kami dalam memperbaiki kualitas belanja. Setiap rupiah harus punya hasil konkret,” ujarnya.

Sejumlah pihak menilai langkah Dispora ini merupakan contoh konkret bagaimana organisasi perangkat daerah mampu beradaptasi dengan kebijakan efisiensi tanpa mengorbankan output pelayanan.

Pengamat kebijakan publik Universitas Mulawarman, Dr. Ratri Widya, menyebut bahwa rasionalisasi anggaran yang menyasar biaya birokrasi rutin seperti perjalanan dinas, adalah bentuk prioritisasi yang patut diapresiasi.

“Justru yang harus dijaga adalah program pembinaan jangka panjang yang berorientasi pada dampak, bukan pada seremoni,” ujarnya saat dihubungi terpisah.

Langkah ini juga dinilai mendukung iklim reformasi birokrasi di daerah, khususnya dalam mendorong transparansi dan outcome-based budgeting.

Dispora Kaltim berharap, langkah ini dapat menjadi contoh praktik anggaran yang lebih berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat sektor pemuda dan olahraga sebagai pilar strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di era Ibu Kota Nusantara.(Adv)

Loading